0
News
    Home Anders Antonsen Berita Bulu Tangkis Bulu Tangkis indonesia Featured India Open Putri Kusuma Wardani Spesial

    Putri KW Kedinginan, Antonsen Pilih Bayar Denda 80 Juta daripada Ikutan, India Open Simpan Masalah - Semua Halaman - Bolasport

    4 min read

     

    Putri KW Kedinginan, Antonsen Pilih Bayar Denda 80 Juta daripada Ikutan, India Open Simpan Masalah - Semua Halaman - Bolasport.com

    Rabu, 14 Januari 2026 | 17:21 WIB
    Penulis : 


    Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, berlatih dengan menggunakan jaket menjelang India Open 2026, di New Delhi, India, Senin (12/1/2026. (PBSI)

    BOLASPORT.COM - Perhelatan India Open 2026 menuai kritik karena kondisi arena Indira Gandhi Sports Complex di New Delhi yang dinilai tidak layak untuk pertandingan.

    Di atas kertas, India Open adalah salah satu turnamen bergengsi di bulu tangkis karena berada di level BWF World Tour Super 750.

    Dengan total hadiah mencapai 950 ribu dolar AS (sekitar 16 miliar rupiah), India Open menjadi ajang wajib bagi para pemain top.

    Namun, lingkungan yang kurang memadai membuatnya kurang diminati.

    Tunggal putra Denmark, Anders Antonsen, secara terang-terangan mengaku memilih membayar denda karena absen daripada mengikuti India Open.

    Hal itu dibagikan sang pemain peringkat tiga dunia lewat story di akun Instagramnya pada Rabu (14/1/2026).

    Dendanya sebagai top committed player yang mangkir di turnamen wajib adalah 5 ribu euro (84 juta rupiah) sebagaimana diatur BWF.

    "Karena tingkat polusi yang ekstrem di Delhi saat ini, saya rasa di sana bukan tempat untuk menyelenggarakan turnamen bulu tangkis."

    "Saya berharap kondisinya akan lebih baik pada musim panas nanti saat Kejuaraan Dunia digelar di Delhi," ucap jawara yang sudah melewatkan India Open selama tiga edisi beruntun.

    Antonsen bukan pemain pertama yang buka suara. Komentarnya justru muncul ketika kondisi venue yang tidak ideal menjadi sorotan besar.

    Kritik lebih dulu disampaikan oleh tunggal putra negaranya, Mia Blichfeldt, setelah hari pertama event pada Selasa (13/1/2026) dalam interviu dengan media setempat.

    Blichfeldt menyoroti kondisi yang sangat dingin, kotor, hingga kotoran dari burung-burung yang berterbangan di dalam arena.

    Masalah kebersihan makanan juga menjadi perhatian sosok yang kritiknya tahun lalu juga menuai perhatian.

    Tentang cuaca yang dingin, pemain sampai harus memakai baju rangkap.

    Pemain Indonesia juga mengalami masalah serupa. Komentar datang dari tunggal putri unggulan, Putri Kusuma Wardani.

    Dalam uji coba lapangan pada Senin (12/1/2026), tunggal putri, Putri Kusuma Wardani, menyebut lapangannya kotor dan berdebu.

    Masalah belum berakhir saat dia menjalani pertandingan babak pertama keesokan harinya.

    "Sangat dingin, agak berangin dan seperti ada kabut atau asap di lapangan yang sedikit mempengaruhi permainan," ucap Putri KW melalui PBSI.

    "Bolanya jadi terlihat agak samar."

    Melansir dari Indian Express, Januari adalah bulan paling dingin di kawasan Delhi. Suhu udara pada Selasa siang kemarin menyentuh 13 derajat celsius.

    India Open sebelumnya berlangsung di KD. Jadhav Stadium yang juga berlokasi di Delhi. Venue yang lama dijadikan tempat untuk latihan kali ini.

    Perbaikan dijanjikan oleh Asosiasi Bulu Tangkis India (BAI). India Open 2026 menjadi test event untuk Kejuaraan Dunia 2026 pada 17-23 Agustus mendatang.

    "Apapun masalah yang muncul pekan ini, kami akan menyelesaikannya sebelum Kejuaraan Dunia," tukas Sekretaris Jenderal BAI, Sanjay Mishra.

    Komentar
    Additional JS