0
News
    Home Berita Bulu Tangkis Bulu Tangkis indonesia Featured India Open Jonatan Christie Spesial

    India Open 2026 - Shuttlecock Terasa Berubah, Jonatan Bongkar Dugaan Kecurangan Andalan Singapura - Semua Halaman - Bolasport

    4 min read

     

    India Open 2026 - Shuttlecock Terasa Berubah, Jonatan Bongkar Dugaan Kecurangan Andalan Singapura - Semua Halaman - Bolasport.com

    Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, mencurigai dugaan kecurangan Jia Heng Jason Teh asal Singapura, dari kondisi shuttlecock yang terasa berbeda di India Open 2026 (PBSI)

    BOLASPORT.COM - Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, menjelaskan apa yang terjadi di sela-sela pertandingannya melawan Jia Heng Jason Teh pada babak pertama India Open 2026.

    Jonatan Christie telah memastikan tiket 16 besar India Open 2026.

    Kepastian itu didapat setelah dia mengalahkan Jia Heng Jason Teh (Singapura) pada pertandingan di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, India, Rabu (14/1/2026).

    Jonatan menang dengan skor 21-16, 21-10.

    Kemenangan itu tentu melegakan, tetapi masih meninggalkan rasa sedikit jengkel dalam benak pemain besutan PB. Tangkas ini.

    Jonatan menemukan adanya indikasi kecurangan Jason Teh, yang terjadi di paruh kedua gim pertama.

    "Puji Tuhan, bersyukur bisa lolos ke babak kedua. Memang ada insiden yang kurang mengenakan untuk saya dan mungkin untuk semua pemain yang bertemu dengan lawan yang tidak fair play," kata Jonatan dikutip Bolasport dari rilis pers PBSI.

    Ia menjelaskan kecurigaannya datang dari shuttlecock yang tiba-tiba terasa berbeda.

    Dari semula agak lambat, berangsur jadi lebih cepat.

    Hal ini membuat Jonatan yang sangat peka menjadi harus lebih menyesuaikan diri karena faktor angin lapangan juga membuat pengembalian dia jadi berubah.

    "Di gim pertama saya sempat unggul jauh dengan sudah cukup memetakan dari poin-poin awal."

    "Masih coba terus bagaimana kondisi angin dan lain-lain sampai akhirnya di posisi poin 16 sekian, saya tersadar ada yang berbeda dengan shuttlecocknya," tuturnya.

    Aksi tunggal putra Singapura, Jia Heng Jason Teh pada final Thailand Masters 2025 di Nimibutr Stadium, Bangkok, Thailand, Minggu (2/2/2025).
    Aksi tunggal putra Singapura, Jia Heng Jason Teh pada final Thailand Masters 2025 di Nimibutr Stadium, Bangkok, Thailand, Minggu (2/2/2025). (TANGKAPAN LAYAR BWF TV)

    Dari apa yang diamati Jonatan, ia menyadari ada yang berbeda dari shuttlecock yang baru saja digenggam Jason Teh.

    Kok itu ia curigai sengaja dipetik, sehingga mempengaruhi laju dan kecepatan kok ketika dipukul.

    "Dia servis, saya buang (tangkis) gitu, kok terasa kencang? Feelingnya tuh berbeda, touch-nya juga berbeda," kata Jonatan.

    "Saya pikir, oh apa bolanya itu ganti? Karena kan ada beberapa slop di service judge-nya kan? Apa mungkin bolanya?"

    "Tapi pas bola itu pindah ke saya, saya lihat seperti kelihatan ada itu dipetik."

    "Kalau dipetik itu kadang bisa jadi cepat, bisa lambat, sementara kondisi gim pertama, saya itu memang agak sedikit menang angin. Sangat terasa jadi tambah kencang. Petikannya bagus banget."

    "Jujur, tidak terlihat, dia petikannya juga halus. Tidak benar-benar langsung terasa, tetapi saya sebagai pemain bisa merasakan."

    "Saya memang tidak melihat kapan dia melakukan itu, saya tanya service judge juga sama, benar-benar clean tapi ada bukti di shuttlecocknya seperti petikan kuku yang tidak ada di shuttlecock yang baru."

    Jonatan sempat mencoba mengonfirmasi bahkan setelah laga usai, dengan menanyakan kembali kepada Jason Teh.

    Namun katanya, sang juar Thailasn Masters 2025 ini tidak mengakui apapun.

    "Sampai akhir dia tidak mengakui dan ya it's ok buat saya," kata Jonatan.

    "Dan ya sudah, pertandingan sudah selesai, tidak perlu diperpanjang dan dibahas lagi."

    Enggan terlalu dalam memikirkan insiden itu, juara Denmark Open 2025 ini mau fokus pada babak 16 besar.

    Tantangan dia berikutnya adalah bertemu pemain ulet Jepang, Yushi Tanaka.

    "Sekarang saya mau fokus untuk pertandingan besok," kata ayah satu anak ini.

    "Lawan Yushi Tanaka (Jepang), terakhir saya kalah di Australia jadi mudah-mudahan besok bisa menampilkan yang jauh lebih baik. Dan persiapan juga bisa lebih maksimal lagi," ujar Jonatan.

    Komentar
    Additional JS