Pesan Kuat Janice Tjen dari Australian Open 2026: Saya Tetap Orang Sederhana! - Bolasport
Pesan Kuat Janice Tjen dari Australian Open 2026: Saya Tetap Orang Sederhana!
Petenis Indonesia Janice Tjen mengepalkan semangat keberhasilannya melawan Leylah Fernandez pada putaran pertama Australian Open 2026 di Melbourne, Selasa (20/1/2026), (INSTAGRAM.COM/AUSTRALIANOPEN)
BOLASPORT.COM - Janice Tjen menjadi topik hangat tenis internasional. Setiap pencapaian yang diraih bintang muda Indonesia ini turut menciptakan sejarah kecil.
Petenis berusia 23 tahun ini akhirnya pecah telur, menjadi petenis pertama dari negaranya yang memenangi pertandingan babak utama Australian Open dalam 28 tahun terakhir.
Pada 20 Januari lalu, dia mengalahkan mantan finalis US Open 2021 Leylah Fernandez dengan skor 6-2 7-6.
"Saya sangat senang menjadi bagian dari sejarah dan bisa meraih kemenangan di sini untuk Indonesia," katanya saat konferensi pers seusai pertandingan.
"Saya rasa ini sangat istimewa, terutama karena bisa melakukannya di depan keluarga saya di sini. Ada banyak orang Indonesia dan banyak teman dekat juga di sini," imbuhnya.
Baca Juga: Bikin Heboh Akun Roland-Garros, Ini Fakta Kemenangan Janice Tjen pada Australian Open 2026
Akun resmi Australian Open menyebut hasil Janice itu dengan kalimat, "Kemenangan terbesar dalam kariernya."
Petenis yang dikenal pendiam ini pertama kali mencuri perhatian di dunia tenis musim panas lalu ketika mencapai putaran kedua US Open sebagai pemain kualifikasi.
Ketika itu, Janice Tjen menjadi pemain Indonesia pertama yang mencapai tahap tersebut di turnamen Grand Slam sejak Angelique Widjaja pada tahun 2004.
Berbekal permainan atletis dan pukulan backhand slice yang mematikan, mantan pemain andalan Universitas Pepperdine di Los Angeles, California, ini bahkan kembali ke masa lalu dengan mengalahkan Leylah Fernandez.
Pencapaian itu menjadikannya pemain pertama yang memenangi putaran pertama di Australia sejak Yayuk Basuki pada tahun 1998.
"Rasanya luar biasa merasakan hal itu," ungkapnya tentang antusiasme para penggemar di ANZ Arena, yang mengingatkan pada apa yang dialami Alexandra Eala dari Filipina di Lapangan 6.
Hasil Eala bertolak belakang dengan Janice. Petenis sesama Asia Tenggara yang lebih muda tiga tahun dan berperingkat lebih tinggi sedikit itu disingkirkan Alycia Parks di putaran pertama, walau mendapat dukungan masif dari para penggemar partisan.
"Saya pikir mendengar teriakan ‘Indonesia!’ adalah sesuatu yang istimewa bagi saya. Rasanya seperti di rumah sendiri, dan mengetahui bahwa banyak orang Indonesia datang hari ini untuk mendukung saya sangat berarti," ucap Janice, sebagaimana dikutip BolaSport.com dari laman Tennis.com.
Baca Juga: Debut Ganda Janice Tjen Repotkan Tuan Rumah, Aldila Sutjiadi Melaju di Australian Open 2026
Berperingkat di luar 400 besar tahun lalu, Janice Tjen kini mendekati debut di 50 besar, mencapai dua final WTA musim gugur lalu dan meraih gelar pertamanya di Chennai, India.
"Saya mulai sedikit dikenali di sana-sini," akunya dengan malu-malu.
Sorotan atas pencapaian dan popularitas itu tak membuat Janice berubah menjadi eksklusif, justru memperkuat keasliannya.
"Senang, perasaan yang menyenangkan. Saya tidak akan mengatakan bahwa itu mengubah hidup saya sepenuhnya. Hidup saya masih sama. Saya orang yang sederhana!" tegasnya.
Mempelajari sosiologi di Universitas Pepperdine telah membantunya lebih memahami diri sendiri.
Janice telah menjadi seorang ahli dalam menyalurkan dukungan penonton untuk meraih kemenangan, menavigasi permainan Fernandez yang rumit untuk menang tipis di tiebreaker set kedua dan mencetak kemenangan pertamanya musim ini.
"Saya pikir, ketika mulai merasa energi saya sedikit menurun, saya tahu bahwa mereka (penonton) berada di belakang saya dan mendukung apa pun yang terjadi. Itu sangat membantu," ungkapnya.
Mengenakan kaus Asics hijau limau, Janice tampak ingin membiarkan permainan tenisnya yang berbicara di lapangan, bukan popularitas nasionalnya yang semakin meningkat.
"Saya mencoba untuk fokus dan hanya berkonsentrasi untuk menjadi versi terbaik dari diri saya sendiri," tandasnya.
Setelah lolos ke putaran kedua Australia Open 2026, Janice Tjen tentu saja sangat berharap untuk mencetak debut di putaran ketiga Grand Slam.
Mantan petenis nomor 1 dunia Karolina Pliskova dari Ceko menjadi tantangannya.
Perempuan berusia 33 tahun itu mengalahkan mantan juara US Open Sloane Stephens di putaran pertama sebagai kemenangan pertamanya sejak September lalu untuk bertemu Janice.