Peluang Marselino Ferdinan jika Gacor, Winger AS Trencin Ditebus Klub Raksasa Jerman RB Leipzig - Bolasport
Peluang Marselino Ferdinan jika Gacor, Winger AS Trencin Ditebus Klub Raksasa Jerman RB Leipzig - Bolasport.com
BOLASPORT.COM - RB Leipzig membeli Suleiman Sani dari AS Trencin, rekan setim Marselino Ferdinan.
AS Trencin melanjutkan tren melepas pemain berkualitas ke klub papan atas Eropa.
Deretan pemain "lulusan" Trencin antara lain Martin Skrtel, Leon Bailey, hingga Wesley Moraes.
Klub Liga Slovakia tersebut pernah menjadi rumah bagi Witan Sulaeman, dan kini juga ditempati Marselino Ferdinan.
Lantas pada bursa transfer Januari ini, Trencin kembali melepas pemain muda terbaiknya ke klub besar Eropa.
Pemain tersebut yaitu winger 19 tahun asal Nigeria, Suleiman Sani.
Suleiman Sani datang dari Akwa United ke Trencin pada awal musim 2024/25.
Dalam kurun 1,5 musim atau 18 bulan, Sani mencatatkan 5 gol dan 3 asis dalam 26 pertandingan Liga Slovakia.
Statistik tersebut cukup untuk membuat klub raksasa Jerman, RB Leipzig, menebusnya.
Jurnalis Jerman, Florian Plettenberg, mengungkap transfer tersebut pada Selasa (13/1/2026).
"Suleiman Sani ke RB Leipzig - DONE DEAL," tulis Flattenberg di media sosial X.
"Winger bertalenta 19 tahun dari AS Trencin sudah di Leipzig untuk tes medis."
"Biaya transfer awal yaitu 5 juta euro, meningkat menjadi 6 juta euro jika bonus terpenuhi."
Angka terakhir setara dengan Rp117,8 triliun.
"Dia akan menandatangani kontrak jangka panjang hari ini, tidak ada rencana dipinjamkan."
Untuk diketahui, RB Leipzig adalah salah satu klub yang rutin beredar di papan atas Liga Jerman.
Selain itu, klub tersebut juga rutin melepas pemain terbaik ke klub elite, seperti Xavi Simons, Marcel Sabitzer, hingga Timo Werner.
Kelulusan Sani dari AS Trencin tersebut menunjukkan jalur yang terbuka bagi Marselino ke level lebih tinggi.
Winger timnas Indonesia itu saat ini baru mengoleksi tiga penampilan bersama Trencin pada musim ini.
Dibanding statistik Sani di atas, Marceng perlu bekerja lebih keras untuk menarik perhatian pemandu bakat klub Eropa.
Apabila Marceng bisa tampil reguler dan rutin mengoleksi gol dan asis, niscaya pintu Eropa tetap terbuka.
Namun apabila kariernya mandek dan merasakan homesick, maka jalur Witan yang justru pulang ke Indonesia terpaksa diambil.