Tamparan Realita usai Tangani Selangor FC, Kim Pan-gon: Kita Jauh Tertinggal dari Johor Darul Ta'zim! - Bolasport
Tamparan Realita usai Tangani Selangor FC, Kim Pan-gon: Kita Jauh Tertinggal dari Johor Darul Ta'zim! - Bolasport.com
Pelatih asal Korea Selatan, Kim Pan-gon, tampaknya baru menyadari realita tragis sepak bola Malaysia.
Kolega Shin Tae-yong tersebut menerima pekerjaan baru sebagai pelatih Selangor FC pada Januari ini.
Coach KPG sebelumnya menangani timnas Malaysia pada 2022 hingga 2024.
Ia lalu hijrah ke Ulsan HD hingga dipecat pada Agustus 2025.
Setelah empat bulan menganggur, Kim Pan-gon menatap tantangan baru bersama Selangor FC.
Untuk diketahui, klub berjuluk Gergasi Merah itu merupakan runner-up dua musim beruntun Liga Malaysia.
Meski begitu jarak Selangor menuju sang juara dalam dua musim tersebut mencapai 15 dan 18 poin!
Bisa dikatakan, Selangor adalah klub "the best of the rest" di Liga Malaysia.
Masalahnya, kompetisi negeri jiran memiliki satu klub yang terlalu mendominasi.
Klub tersebut telah menjuarai liga selama 11 musim beruntun, yaitu Johor Darul Ta'zim.
Jumlah trofi segera menjadi 12, lantaran JDT kini unggul 14 poin dari Selangor di Liga Malaysia 2025/26.
Kim Pan-gon pun mengakui realita tersebut kepada media Malaysia.
"Saya pikir kita harus hormati di mana kedudukan mereka," ucap Kim dilansir dari Makanbola.com, Kamis (15/1/2026).
"Kita perlu mengejar mereka sedikit demi sedikit."
"Saya rasa jika kita (Selangor) berada pada kedudukan lebih baik, persaingan dalam liga akan lebih sehat."
Dominasi JDT membuat Liga Malaysia mengalami kemerosotan persaingan.
Sejumlah besar pemain terbaik dikuasai terpusat oleh JDT, dan klub lain hanya berharap peminjaman.
"Kita harus akui bahwa kita jauh tertinggal," ucap Kim lagi.
"Kita mesti mengejar dan pada saat bersamaan, belajar dari mereka," terangnya.
Salah satu indikator beda kelasnya JDT dan Selangor adalah performa di Liga Champions Asia.
The Southern Tigers bisa tampil kompetitif di kasta tertinggi, AFC Champions League Elite.
Adapun Selangor menjadi juru kunci di fase grup AFC Champions League Two yang dihuni Persib Bandung.