Singkirkan Jagoan Taiwan, Debutan Indonesia Masters sampai Gemetaran - Semua Halaman - Bolasport
Singkirkan Jagoan Taiwan, Debutan Indonesia Masters sampai Gemetaran - Semua Halaman - Bolasport.com
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Kamis, 22 Januari 2026 | 18:15 WIB
Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, sedang bertanding pada Indonesia Masters 2026 di Lapangan Istora, Senayan, Jakarta, Kamis (2/12/2026). (TOMMY NICOLAS/BOLASPORT.COM)
BOLASPORT.COM - Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, menceritakan pertarungan sengit melawan Lee Jhe-huei/Yang Po-hsuan pada babak 16 besar Indonesia Masters 2026.
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin berhasil mengatasi Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan dalam laga di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Debuyan Indonesia Masters itu mengatasi perlawanan unggulan kedelapan asal Taiwan lewat pertarungan tiga gim dengan skor 14-21, 21-18, 24-22.
Mendapat dukungan dari suporter Tanah Air, Raymond/Nikolaus menang walau tertinggal tiga kali dalam match point yang dihasilkan lawan pada gim penentuan.
Nikolaus tak menampik bahwa duel menuju perempat final sangat menegangkan.
Puncak ketegangan terjadi dalam gim ketiga saat memasuki poin deuce.
"Saya tegang banget sampai tangan saya gemetar," kata Nikolaus.
"Cuma di sini saya ingin lebih menenangkan diri dengan bergerak atau atur nafas atau mungkin teriak."
"Kalau teriak kencang, ekspresi saya lebih keluar."
"Sejak tadi sampai sekarang saya gemetar, sekarang pun masih lemas."
"Sekarang masih ada tegang, tapi sudah lebih baik dari sebelumnya," tutur Nikolaus.
Pada babak perempat final, Raymond/Nikolaus dihadapkan dengan 'Derbi Indonesia' melawan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.
Laga tersebut menjadi ulangan final Australia Open 2025.
Pertarungan kala itu menjadi milik Raymond/Nikolaus lewat kedudukan 22-20, 10-21, 21-18.
"Kalau lawan senior di latihan pasti masih ada perasaan gak enak, tapi kalau pertandingan beda," ucap Raymond.
"Sudah ada wasit, jadi bebas apapun keputusan mereka, jadi kami lebih nothing to lose aja," pungkasnya.
Beda dari Raymond, Nikolaus melemparkan psy war terhadap seniornya.
"Saya ingin mengalahkan pasangan peringkat ketiga," kata Nikolaus.
Duet Raymond/Nikolaus terbentuk sejak 2025.
Debut Super 500 di Australia Open, mereka langsung juara.