0
News
    Home Berita Featured Florentino Perez Liga Inggris Real Madrid Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Xabi Alonso

    Setelah Alonso Pergi, Suporter Real Madrid Bentangkan Banner Desak Florentino Perez Mundur - VIVA

    5 min read

     

    Setelah Alonso Pergi, Suporter Real Madrid Bentangkan Banner Desak Florentino Perez Mundur

    VIVA – Gejolak internal Real Madrid kini merembet keluar lapangan. Di tengah hasil buruk dan pergantian pelatih yang belum membawa perubahan, suara protes suporter mulai terdengar lantang dengan sasaran langsung ke pucuk pimpinan klub.

    Terkuak! 7 Pemain Real Madrid Jelek-jelekin Xabi Alonso di Depan Florentino Perez

    Sejumlah media Spanyol melaporkan munculnya banner bernada kritik keras terhadap Presiden Real Madrid, Florentino Perez, sebagai simbol kekecewaan fans atas situasi yang dinilai kian tak terkendali di tubuh Los Blancos.

    Krisis Real Madrid bermula dari lengsernya Xabi Alonso setelah hanya tujuh bulan menangani tim utama. Kisah sang legenda sebagai pelatih tak berjalan seindah saat ia masih mengenakan seragam putih sebagai pemain. Kondisi ruang ganti disebut-sebut tidak sepenuhnya mendukung Alonso sejak awal.

    Rencana Transfer Real Madrid Menguat: Vinicius di Ujung Tanduk, Haaland Masuk Radar, Mbappe Pindah Posisi

    Xabi Alonso

    Kekalahan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol akhir pekan lalu menjadi titik eskalasi. Tekanan yang menumpuk akhirnya berujung pada perpisahan Alonso dengan klub. Tongkat estafet kemudian diberikan kepada Alvaro Arbeloa yang ditunjuk sebagai pelatih sementara dari Real Madrid Castilla.

    Susunan Pemain Liverpool Jika Gunakan Formasi Andalan Xabi Alonso

    Namun pergantian itu tak serta-merta meredam krisis. Dalam laga debut Arbeloa, Real Madrid justru tersingkir dari Copa del Rey setelah kalah dari Albacete, tim kasta bawah. Hasil tersebut semakin memperkuat narasi keterpurukan klub.

    Di tengah situasi itu, sikap saling menyalahkan berkembang. Meski demikian, Florentino Perez dinilai menjadi figur yang paling bertanggung jawab. Presiden klub berusia 78 tahun tersebut dituding turut memperkeruh suasana ruang ganti karena dianggap lebih membela para pemain ketimbang pelatih.

    Amarah suporter semakin memuncak mengingat sejumlah kontroversi yang sebelumnya melekat pada Perez. Selain dinamika internal tim dan kepergian Alonso, ia juga disorot karena sikapnya memboikot Ballon d’Or serta dukungannya terhadap proyek European Super League.

    Sebagai bentuk protes, para pendukung Real Madrid membentangkan sejumlah banner bernada satire dan kritik terbuka. Berdasarkan laporan Mundo Deportivo Sabtu 17 Januari 2026, spanduk-spanduk tersebut terpasang di berbagai titik di Kota Madrid jelang laga kandang melawan Levante di Santiago Bernabeu.

    “Beberapa spanduk dengan pesan-pesan yang sangat kritis yang ditujukan kepada Florentino Pérez, Presiden Real Madrid, muncul di berbagai lokasi di seluruh ibu kota Spanyol dalam beberapa jam terakhir,” tulis Mundo Deportivo.

    Tulisan pada banner tersebut beragam, mulai dari “Florentino: Game Over”, “kegagalan demi kegagalan”, “presiden yang sudah tamat”, hingga seruan keras bertuliskan “Florentino Dimision” atau Florentino Mundur. Bahkan, terdapat pula pesan bernada ekstrem yang menyiratkan tuntutan agar Perez angkat kaki dari Real Madrid.

    Tak berhenti di situ, beredar pula ajakan kepada suporter untuk secara serempak meneriakkan tuntutan mundur pada menit kelima pertandingan melawan Levante, sebagai simbol penolakan terhadap kepemimpinan sang presiden.


    Komentar
    Additional JS