Persis Solo Didenda Rp250 Juta Akibat Penyalaan Flare Suporter, Masih Untung Tak Ada Sanksi Laga Tanpa Penonton -! BOLASPORT
BOLASPORT.COM - Persis Solo didenda Rp 250 Juta oleh Komdis PSSI akibat penyalaan flare oleh suporter dalam laga lawan Persita Tangerang pada pekan ke-16, Minggu (4/1/2026).
Akibat penyalaan flare oleh suporter dalam laga lawan Persita Tangerang pada Minggu (4/1/2026) lalu, Persis Solo didenda Komdis PSSI Rp 250 Juta.
Hal ini dikonfirmasi Direktur Utama Persis Solo, Ginda Ferachtriawan yang menjelaskan bahwa manajemen Laskar Sambernyawa sudah menerima keputusan tersebut.
“Kami sudah menerima keputusan," kata Ginda pada Rabu (21/1/2026) dilansir BolaSport.com dari Kompas.com.
"Sanksinya denda sebesar Rp 250 juta. Hanya itu saja,” tambahnya.
Suasana pertandingan antara Persis Solo melawan Persita Tangerang, Minggu (4/1/2025). (TWITTER/@PERSISOFFICIAL)Beruntung Persis Solo tak mendapat sanksi tambahan lainnya seperti mengelar laga kandang tanpa penonton.
Ginda menjelaskan keputusan ini dikarenakan Persis Solo tetap bisa menyelesaikan pertandingan meski laga semoat terhenti karena penyalaan flare.
Hal ini membuat Persis terhindar dari hukuman tambahan yang dirilis Komdis PSSI.
Walau demikian jumlah denda Rp250 Juta bukan angka kecil di tengah tim yang membutuhkan dana demi merombak skuad untuk putaran kedua.
“Rp 250 juta bukan angka kecil," kata Ginda.
"Jelas jadi beban tambahan, apalagi Persis masih ingin merombak beberapa pemain,” tambahnya.
Manajemen Persis Solo memastikan telah menyelesaikan denda tersebut sesuai ketentuan.
Ekspresi Gervane Kastaneer yang gagal mengeksekusi peluang saat laga Persis Solo Vs Persita Tangerang dalam pekan ke-16 Super League, Minggu (4/1/2026). (PERSIS SOLO)Namun hal ini jadi evaluasi buat semua pihak.
Ginda mengimbau agar suporter menyampaikan aspirasi yang tidak merugikan klub.
“Kami persilakan menyampaikan kritik atau melakukan aksi, sepanjang sesuai ketentuan,” ujarnya.
“Ke depan kita masih diawasi. Jangan sampai kejadian ini terulang."
"Kami butuh dukungan suporter yang bersinergi dan mengarah pada kebaikan tim,” tambahnya.
Laga Persis Solo Vs Persita Tangerang di Stadion Manahan pada pekan ke-16 Super League sempat dihentikan akibat penyalaan flare pada menit ke-82.
Kekecewaan suporter Persis Solo dipicu oleh performa memble tim kesayangannya yang masih tertahan di posisi terbawah Super League 2025/2026 dengan catatan tujuh poin.
Baca Juga: Ketua Komite Wasit PSSI Buka Suara Soal Kasus Ryo Matsumura dan Hukuman Berat
Milomir Seslija dan Cleylton Santos hadir di konferensi pers jelang laga Persis Solo Vs Persita Tangerang di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (3/1/2026). (PERSIS SOLO)Berdasarkan pantauan BolaSport.com, flare menyala pertama dari tribune selatan.
Lalu, suporter di berbagai penjuru stadion ikut menyalakan flare.
Suporter juga tak ragu melemparkan flare ke arah lapangan.
Steward yang bertugas sore itu langsung bergegas mematikan suar yang dilemparkan oleh suporter.
Stadion Manahan langsung diwarnai asap pekat flare.
Suporter yang berada di dekat tribune media langsung berlari keluar untuk menghindari kepulan asap flare.
Beruntung laga bisa dilanjutkan kembali dan diselesaikan untuk kemenangan Persita Tangerang atas Persis Solo dengan skor 3-1.
“Salah satu dugaan, flare diselundupkan dengan berbagai modus, misalnya melalui makanan atau lewat penonton tertentu. Ini masih dalam evaluasi,” duga Ginda.
“Kita harus mencari titik tengah antara keamanan dan kenyamanan penonton,” pungkasnya.