Pernyataan FIFA Usai Pemerintah AS Bekukan Visa Imigran 75 Negara Jelang Piala Dunia 2026 - Kompas
KOMPAS.com - Pemerintah Amerika Serikat membuat kebijakan untuk mencabut izin pemrosesan visa imigran bagi warga dari 75 negara.
Situasi ini memicu kekhawatiran luas, mengingat Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko dalam ajang sepak bola terbesar Piala Dunia 2026.
Piala Dunia yang dijadwalkan berlangsung pada Juni hingga Juli 2026 sejatinya diproyeksikan sebagai pesta sepak bola global.
Namun, keputusan politik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, justru memunculkan ketidakpastian bagi penggemar dan delegasi dari sejumlah negara, termasuk Irak, Jamaika, dan Republik Demokratik Kongo, yang masih berpeluang lolos ke turnamen.
Pemerintahan Donald Trump secara resmi menangguhkan pemrosesan visa imigran dari 75 negara tanpa batas waktu.
Baca juga: TVRI Hadirkan Piala Dunia 2026 Secara Gratis, Hiburan di Tengah Pemulihan Bencana Sumatera
Kebijakan tersebut diumumkan hanya beberapa bulan sebelum Piala Dunia 2026 digelar, sehingga menimbulkan keresahan di kalangan penggemar sepak bola internasional.
Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, sebelumnya mengungkapkan pandangannya melalui media sosial.
Ia menegaskan bahwa negaranya dibangun melalui pengorbanan besar dan nilai kebebasan yang kuat.
Oleh sebab itu, ia berpandangan tidak seharusnya dibuka bagi pihak asing yang dinilai merusak, membahayakan warga, membebani keuangan negara, atau mengancam hak-hak masyarakat Amerika Serikat.
Ia menekankan bahwa pemerintah tidak menginginkan kehadiran kelompok tersebut dalam bentuk apa pun.
Baca juga: FIFA Didesak Pindahkan Piala Dunia 2026 dari AS ke Inggris Usai Donald Trump Bertingkah
“Para leluhur kita membangun bangsa ini dengan darah, keringat, dan kecintaan yang tak tergoyahkan pada kebebasan, bukan untuk penjajah asing yang membantai para pahlawan kita, menguras uang pajak kita yang diperoleh dengan susah payah, atau merampas hak-hak yang menjadi hak warga AMERIKA. KITA TIDAK MENGINGINKAN MEREKA. TIDAK SATU PUN.”
Sejumlah negara yang terdampak kebijakan ini antara lain Brasil, Kolombia, Mesir, Ghana, Yordania, Maroko, Tunisia, dan Uruguay.
Sementara itu, negara seperti Irak, Jamaika, dan RD Kongo masih berpeluang tampil melalui jalur play-off.

Baca juga: FIFA Didesak Pindahkan Piala Dunia 2026 dari AS ke Inggris Usai Donald Trump Bertingkah
Pernyataan Resmi FIFA soal Akses Masuk Negara Tuan Rumah
Menanggapi situasi tersebut, FIFA merilis pernyataan resmi yang menegaskan bahwa kepemilikan tiket pertandingan tidak otomatis menjamin akses masuk ke negara tuan rumah Piala Dunia.
"Tiket pertandingan tidak menjamin masuk ke negara tuan rumah, dan penggemar harus mengunjungi situs web pemerintah masing-masing negara hari ini untuk mengetahui persyaratan masuk ke Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat," demikian pernyataan FIFA.
FIFA juga mengimbau para penggemar untuk segera mengurus dokumen perjalanan.
"Mengingat waktu pemrosesan yang dibutuhkan, FIFA menyarankan untuk mengajukan permohonan visa sedini mungkin."
Selain itu, FIFA menyebutkan adanya fasilitas tambahan bagi pemegang tiket.
Baca juga: Target ke Piala Dunia, John Herdman Ingin Buat Indonesia Jadi Negara Sepak Bola
"Pemegang tiket Piala Dunia FIFA 2026 yang melakukan perjalanan ke Amerika Serikat berhak mendapatkan Sistem Penjadwalan Janji Prioritas FIFA (FIFA PASS) yang baru saja diumumkan, ketika sistem tersebut tersedia dalam beberapa minggu mendatang."
Iran Boikot Undian, Kekhawatiran Meluas
Iran menjadi salah satu negara yang secara terbuka menyatakan keberatan atas kebijakan visa Amerika Serikat.
Federasi sepak bola Iran sebelumnya memboikot pengundian Piala Dunia di Washington pada Desember silam, setelah sejumlah delegasinya ditolak visa.
Juru bicara federasi sepak bola Iran, Amir Mahdi Alavi, menegaskan bahwa hambatan tersebut tidak berkaitan dengan aspek olahraga semata, melainkan persoalan administratif yang lebih luas.
Jaminan untuk Tim Peserta, Bukan untuk Penggemar
Meski kebijakan visa memicu kecemasan, FIFA memastikan bahwa para pemain dan ofisial tim tetap diizinkan mengikuti turnamen.
Baca juga: Cesar Meylan Nilai Situasi Indonesia Mirip Kanada Sebelum Lolos Piala Dunia
Wakil Presiden FIFA, Victor Montagliani, menegaskan bahwa tim yang lolos kualifikasi akan mendapatkan izin untuk datang dan berpartisipasi.
"Kami telah mendapat jaminan dari ketiga pemerintah bahwa tim yang lolos kualifikasi akan diizinkan untuk datang dan berpartisipasi."
Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelumnya juga menyampaikan keyakinannya terkait penyelenggaraan turnamen.
Baca juga: Pemerintah AS Angkat Bicara Usai Banyak Desakan Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Dipindah
"Amerika akan menyambut dunia. Siapa pun yang ingin datang ke sini untuk menikmati, bersenang-senang, dan merayakan permainan ini, akan dapat melakukannya."
Namun, jaminan tersebut belum sepenuhnya meredakan kegelisahan, terutama bagi para penggemar dari negara-negara yang terdampak kebijakan visa.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang