0
News
    Home Brahim Diaz Featured PSG Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Maroko

    Pelatih PSG Kecam Serangan Kelewat Batas terhadap Brahim Diaz: Dia Hanya Gagal Penalti, Bukan Pembunuh - Semua Halaman - Bolasport

    5 min read

     

    Pelatih PSG Kecam Serangan Kelewat Batas terhadap Brahim Diaz: Dia Hanya Gagal Penalti, Bukan Pembunuh - Semua Halaman - Bolasport.com

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

    Selasa, 20 Januari 2026 | 11:53 WIB


    Brahim Diaz dihujani banyak kritik usai gagal mengeksekusi penalti di final Piala Afrika 2025. (ABDEL MAJID BZIOUAT/AFP)

    BOLASPORT.COM - Pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, mengecam keras perlakuan tidak pantas yang diterima Brahim Diaz usai gagal mengeksekusi penalti di final Piala Afrika 2025.

    Harapan Timnas Maroko mengakhiri puasa gelar setengah abad mereka lewat turnamen Piala Afrika 2025 harus pupus.

    Kekalahan dari Timnas Senegal dalam laga final yang berlangsung di Stade Prince Moullay Abdallah, Senin (19/1/2026) dini hari WIB, membuat Maroko harus memperpanjang catatan tanpa gelarnya.

    Tim berjuluk Singa Atlas itu setidaknya harus menunggu sampai akhir 2027 untuk menyudahi itu.

    Dalam laga tadi, tuan rumah Maroko takluk dengan skor 0-1 dari tamunya.

    Gol semata wayang Senegal dibukukan Pape Gueye di babak pertama extra time, tepatnya pada menit ke-94.

    Maroko sebetulnya memiliki peluang emas untuk mengunci kemenangan di waktu normal.

    Kesempatan itu hadir di menit-menit akhir babak kedua usai wasit menunjuk titik putih karena menganggap El Hadji Malick Diouf melakukan pelanggaran terhadap Brahim Diaz.

    Keputusan itu sempat memicu protes keras para pemain Senegal hingga melakukan aksi mogok main selama kurang lebih 10 menit.

    Baca Juga: Penalti Panenka di Final Piala Afrika 2025 Berujung Petaka, Brahim Diaz Dirujak Legenda Belanda: Anda Bukan Ronaldo

    Setelah situasi kondusif, pertandingan kembali dilanjutkan dengan pasukan Walid Regragui tetap mendapat hadiah penalti.

    Namun, Brahim Diaz, yang mengeksekusi sendiri penalti tersebut, tak mampu menunaikan tugasnya dengan baik.

    Gelandang Real Madrid itu gagal karena tendangan penaltinya yang menggunakan teknik Panenka terbaca oleh kiper Edouard Mendy.

    Kegagalan ini harus dibayar mahal oleh Maroko yang kemudian kebobolan di babak perpanjangan waktu.

    Brahim Diaz mendapat kecaman luar biasa usai pertandingan.

    Keputusannya menggunakan tenik Panenka saat mengambil penalti menjadi yang paling disorot.

    Situasi yang dialami Brahim Diaz dikomentari Luis Enrique baru-baru ini.

    Pelatih asal Spanyol itu membela sang pemain dengan membandingkannya dengan penalti Panenka Zinedine Zidane di final Piala Dunia 2006.

    Baca Juga: Brahim Diaz Minta Maaf usai Gagal Bawa Maroko Juara Piala Afrika 2025

    "Hari ini kita membicarakan penalti itu," kata Enrique, dikutip BolaSport.com dari Tribuna.

    "Semua orang membicarakan Brahim (Diaz)."

    "Tapi, saya ingat Zidane, yang merupakan dewa di dunia sepak bola, yang melakukannya (Panenka) di final Piala Dunia."

    "Ketika Anda berhasil, semua orang akan bertepuk tangan dan tidak ada yang mengatakan apa pun."

    "Namun ketika gagal, ada banyak opini negatif tentang Anda."

    "Saya mengenal Brahim: dia pemain yang luar biasa dan istimewa."

    "Apa yang terjadi sekarang ini sangat tidak adil."

    "Ini hanya olahraga, dia bukan pembunuh atau orang jahat," tutur eks pelatih Barcelona itu menambahkan.

    Komentar
    Additional JS