0
News
    Home Berita Derbi Manchester Derby Manchester EPL Featured Liga Inggris Manchester City Manchester United Michael Carrick Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial

    Manchester United vs Manchester City: Michael Carrick Butuh Keajaiban - VOI

    6 min read

     

    Manchester United vs Manchester City: Michael Carrick Butuh Keajaiban

    JAKARTA - Harapan meraih tiga poin sangat tipis bagi Manchester United saat menjamu Manchester City di pertandingan Premier League Inggris di Stadion Old Trafford, Sabtu, 17 Januari 2026 pukul 19.30 WIB. Manajer interim Man Utd Michael Carrick butuh keajaiban pada Manchester Derby edisi ke-198 ini.

    Jelas Carrick tak diunggulkan menang dalam adu strategi dengan Pep Guardiola yang sudah sangat berpengalaman menangani tim-tim papan atas dan didukung skuad yang punya kualitas. Bahkan bila Guardiola merotasi pemain, Man City diyakini masih bisa memenangkan laga itu.

    Bagaimana tidak, Guardiola sudah membuktikan sebagai pelatih/manajer yang mumpuni dengan meraih berbagai trofi saat mengarsiteki Barcelona, Bayern Munchen dan kini Man City.

    Bahkan Guardiola dua kali mengalahkan Sir Alex Ferguson, manajer legendaris Man Utd, di final Liga Champions 2009 dan 2011. Pada laga itu, Carrick masih menjadi bagian dari skuad Man Utd yang dipaksa menyerah 2-0 dan dua tahun kemudian dihabisi 3-1 Barca. Menariknya Guardiola mengantarkan Barca dua kali memenangi Liga Champions dengan mengalahkan Man Utd.

    Dan, kini dengan pengalaman yang masih sangat minim Carrick mencoba peruntungan menghadapi Man City yang on fire. Ya, kedua tim memang sangat kontras. Selama 12 tahun terakhir setelah ditinggalkan Ferguson, Man Utd hanya menjadi bayang-bayang Man City. Hal yang tak pernah terjadi di era Ferguson meski menjelang sang manajer pensiun, Man City mulai menggoyang dominasi Red Devils.

    Situasi teranyar pun tak memihak Man Utd yang pada pertemuan pertama di Etihad, tim yang saat itu masih ditangani Ruben Amorim dihabisi 3-0.

    Man Utd masih belum keluar dari krisis setelah memecat Amorim dan tertahan di peringkat tujuh klasemen sementara. Sebaliknya, Man City sudah unggul 11 poin dan asyik berburu gelar dengan Arsenal. Guardiola pun tak memperhitungkan Man Utd karena lebih fokus mengejar The Gunners.

    Carrick menghadapi problem besar saat kembali ke Man Utd untuk kali kedua sebagai manajer sementara. Bagaimana tidak, sebagian pemain besar, termasuk pilar tim, sesungguhnya masih memberi dukungan kepada Amorim.

    Alhasil tak ada gairah baru dari Lisandro Martinez dkk saat menyambut Darren Fletcher yang menggantikan Amorim di pertandingan melawan Burnley dan Brighton and Hove Albion.

    Terbukti, Man Utd hanya bermain imbang 2-2 melawan Burnley, tim yang hampir pasti terdegradasi karena menduduki posisi kedua dari bawah. Selanjutnya, Man Utd yang bermain di kandang sendiri malah disingkirkan Brighton di Piala FA.

    Carrick, kini, harus mengembalikan kepercayaan pemain terhadap sangt manajer yang prestasinya memang kurang mengilap ketimbang Amorim. Bagaimana tidak, Carrick hanya sebentar menangani klub Championship, Middlesbrough, dan itu pun gagal total.

    Saat disinggung bahwa Man Utd telah kehilangan jiwa sejak ditinggalkan Ferguson, tetapi Carrick dengan tegas membantah tudingan itu. Dia meyakini masih ada keajaiban dan dia merasakannya. Namun Carrick tidak sekadar merasakan tetapi membutuhkannya saat menghadapi Man City.

    “Saya tidak yakin bahwa tim ini telah kehilangan jiwa,” kata Carrick yang memenangi 12 trofi saat menjadi pilar lini tengah Man Utd.

    “Tetapi menurut saya masih ada keajaiban di tempat ini [tim]. Saya bisa merasakannya. Saya merasakannya saat datang ke sini dan saat berkeliling. Bagi saya ada keajaiban di tempat ini,” ucapnya.

    Guardiola sendiri telah mengukuhkan sebagai bintang Man City. Dirinya sukses membawa The Cityzens mengungguli Man Utd sepenuhnya. Saat Man City masih ditangani Roberto Mancini atau Manuel Pellegrini, Man Utd sesungguhnya masih menjadi yang terbaik di Manchester. Namun situasi sudah berbeda saat Guardiola yang memegang kendali tim biru langit.

    Musim ini, Man City tetap konsisten dengan mencatat rekor tak terkalahkan selama 13 pertandingan di berbagai kompetisi. Mereka menang 10 kali dan imbang tiga kali. Di Liga Inggris, Erling Haaland dkk tak pernah kalah selama sembilan laga terakhir.

    Ini yang menjadikan Man City lebih diunggulkan. Apalagi, Guardiola punya rekor bagus selama 31 kali melakoni Manchester Derby. Mereka juga punya kedalama skuad jauh lebih baik ketimbang Man Utd. Kedatangan Antoine Semenyo pun kian menambah daya gedor tim. Haaland memang masih menjadi andalan di lini depan. Namun dia ditopang gelandang haus gol, Bernardo Silva, Rayan Cherki, Phil Foden dan Semenyo.

    Kembalinya Rodri sebagai gelandang bertahan bakal menjadi penyeimbang sehingga tim benar-benar solid. Sektor belakang memang sedikit problem karena beberapa pilar mengalami cedera. Bahkan Guardiola sampai mendatangkan kapten Crystal Palace Marc Guehi. Namun dia belum bisa dimainkan karena masih menjalani tes medis.

    Sementara, Carrick tetap mengandalkan Benjamin Sesko yang belum meyakinkan saat bermain sebagai centre forward. Ini berarti Man Utd berharap kepada kapten Bruno Fernandes atau Bryan Mbeumo yang sudah kembali dari Piala Afrika.

    Gelandang veteran Casemiro yang ditopang pemain yang enerjik, Kobbie Mainoo diharapkan bisa memenangkan pertarungan di lini tengah. Sedangkan barisan pertahanan tim sudah cukup aman meski belum diperkuat Matthijs de Ligt.

    Carrick berharap kiper Senne Lammens bisa menunjukkan ketangguhan menghadapi fisik kuat Haaland agar gawangnya tidak kebobolan lebih banyak. Ya, Carrick butuh keajaiban saat melakoni laga pertamanya ini karena Man Utd memang tak diunggulkan meski bermain di kandang sendiri.


    Komentar
    Additional JS