Komite Wasit PSSI Ungkap Tekanan Berat Jadi Wasit di Indonesia: Keluarga Ikut Diserang Netizen di Media Sosial - Bolasport
Komite Wasit PSSI Ungkap Tekanan Berat Jadi Wasit di Indonesia: Keluarga Ikut Diserang Netizen di Media Sosial - Bolasport.com
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Kamis, 22 Januari 2026 | 05:00 WIB
Wasit bernama Thoriq Munir Alkatiri (Thoriq Alkatiri) sedang memimpin laga tunda pekan kedelapan Super League 2025/2026 antara Persija Jakarta versus Bhayangkara FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (29/12/2025). (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)
BOLASPORT.COM - Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, mengungkap sisi gelap dunia perwasitan Indonesia yang jarang tersorot publik.
Di balik sorotan tajam terhadap keputusan di lapangan, para wasit di Indonesia disebut harus menghadapi tekanan luar biasa.
Termasuk serangan netizen di media sosial yang menyasar hingga ke anggota keluarga mereka.
Pernyataan tersebut disampaikan Yoshimi Ogawa saat menjawab pertanyaan terkait evaluasi kinerja wasit dan isu pengistirahatan perangkat pertandingan.
Ia menegaskan bahwa PSSI memiliki mekanisme penilaian yang ketat, namun tidak semua proses perlu diumumkan ke publik.
Menanggapi pertanyaan apakah ada wasit yang diistirahatkan akibat performa di lapangan, Ogawa membenarkan hal tersebut.
Namun, ia menilai transparansi tetap harus dibatasi demi melindungi individu wasit.
Beberapa keputusan wasit yang kontroversial saat memimpin pertandingan baik di Super League dan Championship sangat disorot netizen.
Mereka pun melampiaskan emosionalnya di media sosial.
"Ya, benar. Namun pada prinsipnya, kami tidak perlu mempublikasikannya."
"Jika semuanya selalu dipublikasikan, tidak akan ada yang mau menjadi wasit," ujar Yoshimi Ogawa kepada awak media termasuk BolaSport.com di GBK Arena, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (21/1/2026).
Menurut pria asal Jepang itu, ekspos berlebihan justru berpotensi memperburuk situasi dan memperbesar tekanan psikologis terhadap wasit.
Pada akhirnya berdampak pada kualitas kepemimpinan pertandingan.
Ogawa mengungkapkan bahwa kritik terhadap keputusan wasit kini tidak hanya berhenti pada individu yang bertugas di lapangan.
Baca Juga: Wasit Asing Berkualitas Dipastikan akan Pimpin Laga Putaran Kedua Super League 2025/2026
Media sosial kerap menjadi ruang pelampiasan emosi berlebihan, bahkan hingga menyerang keluarga wasit.
"Media sosial terkadang bahkan menyerang keluarga wasit."
"Hal seperti itu terjadi di dunia. Kesalahan memang terjadi dan saya sangat menyesal serta meminta maaf."
"Namun kami juga harus melindungi wasit. Menyerang keluarga jelas tidak pantas," tegas Ogawa.
Kata Ogawa, ini sebagai tantangan wasit dalam dunia sepak bola modern.
Terlebih, saat ini meningkatnya akses publik terhadap platform digital dan rendahnya etika bermedia sosial.
Meski menekankan aspek perlindungan, Ogawa memastikan bahwa Komite Wasit PSSI tetap bertanggung jawab penuh terhadap kualitas perwasitan.
Baca Juga: Pekan 18 Super League 2025/2026 - Persib Kehilangan Pemain Serba Bisa, Persija Lebih Parah
Proses evaluasi dilakukan secara ketat, mulai dari promosi hingga degradasi wasit.
"Kami sangat ketat dalam hal kategori, promosi, maupun degradasi wasit. Sangat ketat."
"Namun kita juga harus memahami bahwa sebelum menjadi wasit, mereka adalah manusia,” ungkap Ogawa.
Ia menegaskan bahwa dalam urusan teknis, dirinya tidak pernah berkompromi.
Namun, di sisi lain, pendekatan kemanusiaan tetap diperlukan agar wasit dapat bekerja secara profesional tanpa tekanan berlebihan.
"Saya percaya bahwa saya adalah orang yang sangat tegas dalam urusan teknis," pungkas Ogawa.