0
News
    Home Berita Featured I.League IIeague KemenHAM PSSI Rasisme Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial Yakob Sayuri

    Kasus Rasisme Pemain Timnas Indonesia Yakob Sayuri Disorot Negara, KemenHAM Panggil PSSI dan I.League

    6 min read

     

    Kasus Rasisme Pemain Timnas Indonesia Yakob Sayuri Disorot Negara, KemenHAM Panggil PSSI dan I.League


    Yakob Sayuri (kanan) sedang menguasai bola dalam laga babak penyisihan Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia antara Timnas Indonesia versus Timnas China di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (5/6/2025). (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)

    BOLASPORT.COM - Kasus rasisme yang menimpa pemain timnas Indonesia sekaligus Malut UnitedYakob Sayuri, kini mendapat perhatian serius negara.

    I.League bersama PSSI memenuhi panggilan Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (KemenHAM RI) sebagai tindak lanjut atas laporan dugaan rasisme dan bullying di sepak bola nasional.

    Pemanggilan ini merupakan respons atas aksi massa Barisan Trobos Malut United Jabodetabek (Batoma-Jabodetabek) yang menyuarakan solidaritas serta menuntut keadilan atas perlakuan tidak pantas yang dialami Yakob Sayuri.

    Pertemuan berlangsung di Ruang Pengaduan Marsinah, Kantor KemenHAM RI, Jakarta, dan dihadiri oleh perwakilan Dirjen Pelayanan dan Kepatuhan HAM, PSSI, Komite Disiplin PSSI, serta I.League selaku operator kompetisi.

    Yakob Sayuri dilaporkan menjadi korban ucapan bernuansa rasis dan tindakan bullying di media sosial setelah pertandingan melawan Persib Bandung pada pekan ke-12 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Maluku Utara, 14 Desember 2025.

    Rasis yang menimpa Yakob Sayuri tidak hanya dirasakan oleh dirinya saja, tetapi juga menyeret ke keluarganya.

    Insiden tersebut memicu kecaman luas dari publik sepak bola nasional.

    Baca Juga: Wasit Asing Berkualitas Dipastikan akan Pimpin Laga Putaran Kedua Super League 2025/2026

    Sebab, ini mencederai nilai sportivitas, persatuan, dan kemanusiaan dalam olahraga.

    Kasus ini menjadi sorotan karena Yakob Sayuri dikenal sebagai salah satu pemain terbaik Indonesia.

    Dukungan moral pun mengalir dari sesama pemain, suporter, hingga pegiat HAM.

    Dalam pertemuan tersebut, KemenHAM RI meminta penjelasan resmi dari PSSI mengenai langkah penanganan dan pencegahan rasisme serta bullying di sepak bola Indonesia.

    I.League turut memaparkan berbagai program yang telah dijalankan sebagai bentuk komitmen menciptakan kompetisi yang aman.

    Sejak awal musim, I.League secara konsisten menginisiasi kampanye Anti-Bullying & Anti-Racism, mulai dari edukasi melalui media sosial, pemasangan pesan visual di stadion, hingga aktivitas langsung di lapangan.

    Baca Juga: Jumat, PSSI Umumkan Apparel Baru Timnas Indonesia, Kelme?

    I.League juga menggandeng Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) untuk memperkuat edukasi kepada pemain dan ofisial.

    "Sepak bola seharusnya menjadi wadah perdamaian dan persaudaraan tanpa memandang suku, ras, maupun warna kulit."

    "Kami mengapresiasi komitmen PSSI dan I.League dalam menjunjung nilai-nilai HAM," ujar Yos Nggarang, Staf Khusus Bidang Pemenuhan HAM Menteri HAM RI.

    Ia menegaskan bahwa federasi dan operator liga harus berada di garda terdepan melawan rasisme dan bullying.

    Ia juga meminta setiap pertandingan di sepak bola Indonesia mencerminkan nilai kemanusiaan dan keadilan.

    Ke depan, KemenHAM RI mendorong PSSI dan I.League untuk memperluas kampanye anti-rasisme dan anti-bullying dengan pendekatan yang lebih berkelanjutan.

    Baca Juga: Komite Wasit PSSI Minta Maaf kepada FC Bekasi City Usai Gol Kontroversial Garudayaksa FC

    Kolaborasi lintas institusi ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan kasus Yakob Sayuri.

    Akan tetapi juga menjadi titik balik dalam membangun ekosistem sepak bola nasional yang bebas diskriminasi.


    Komentar
    Additional JS