0
News
    Home Berita Bulu Tangkis Bulu Tangkis indonesia Fajar Alfian Featured Indonesia Masters Muhammad Shohibul Fikri Nikolaus Joaquin Raymond Indra Spesial

    Indonesia Masters 2026 - Raymond/Joaquin Manfaatkan Kesempatan Psywar Jelang Jumpa Fajar/Fikri, Minta Ekspektasi Netizen Diturunkan Dulu - Bolasport

    6 min read

     

    Indonesia Masters 2026 - Raymond/Joaquin Manfaatkan Kesempatan Psywar Jelang Jumpa Fajar/Fikri, Minta Ekspektasi Netizen Diturunkan Dulu


    Ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, sedang bertanding pada Indonesia Masters 2026 di Lapangan Istora, Senayan, Jakarta, Kamis (2/12/2026). (TOMMY NICOLAS/BOLASPORT.COM)

    BOLASPORT.COM - Pasangan ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, menjalani laga mendebarkan pada babak kedua Indonesia Masters 2026.

    Raymond/Joaquin nyaris kalah saat menjumpai Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan (Taiwan) di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026), 14-21, 21-18, 24-22.

    Ini menjadi pertemuan pertama antara kedua pasang pemain. Namun, dukungan penonton di Istora memberi semangat pasangan peringkat ke-23 dunia.

    Raymond/Joaquin tidak menurunkan tempo permainan dan intensitas serangan pada gim penentuan.

    Keunggulan poin didapat pada skor 10-7 dan bertahan sampai 11-9 pada paruh gim.

    Selepas jeda, Raymond/Joaquin kecolongan empat poin beruntun sehingga lawan berbalik unggul 13-11.

    Dua kesalahan lawan dalam servis dan pengembalian membuat skor seimbang lagi. Meski begitu, Lee/Yang dapat mencatatkan match point lebih dulu pada skor 20-18.

    Asa belum berakhir saat Raymond/Joaquin memaksa set point dengan memanfaatkan servis yang sulit untuk lawan.

    Pasangan tamu kembali unggul dua kali di 21-20 dan 22-21, tetapi smes keras yang menabrak net memberikan angin segar lagi untuk ganda Indonesia.

    Situasi bahkan berbalik saat dorongan lawan memanjang keluar dan memberikan match point untuk Raymond/Joaquin.

    Pengembalian servis lawan yang buruk akhirnya memastikan satu wakil Indonesia di semifinal.

    "Pastinya penonton sangat mendukung, apalagi tuan rumah pasti mendukung kami. Tidak mungkin mendukung musuhnya. Jadi, harusnya menjadi motivasi lebih saja saat sedang bertanding," kata Joaquin kepada media termasuk BolaSport.com.

    Saat poin kritis, Joaquin sempat mengelus dada karena sempat nyaris kalah.

    "Tadi saat deuce saya mengingat laga Super 100 di Medan. Saat itu saya merasa tegang sekali sampai tangan saya bergetar," aku Joaquin.

    "Tetapi, di sini, saya mau coba lebih menangkan diri dengan saya bergerak atau atur napasnya atau mungkin teriak."

    "Kalau teriak kencang jadi saya jadi lebih keluarkan ekspresi saya. Saya masih gemetar sampai sekarang. Saya masih lemas dan tidak menyangka."

    "Tadi penampilan kami sudah lebih baik dari sebelumny. Memang sekarang masih ada rasa tegang, tetapi sudah lebih baik daripada sebelumnya."

    Baca Juga: Indonesia Masters 2026 - Duet Beda Negara Jadi Terlihat Bahaya, Media Malaysia Cemas Hee/Gloria Beri Mimpi Buruk

    Kemenangan ini memastikan Raymond/Joaquin akan berebut tiket semifinal dengan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.

    Ini akan menjadi pertemuan kedua bagi kedua pasang pemain. Sebelumnya, Raymond/Joaquin mengalahkan Fajar/Fikri pada finla Australian Open 2026 yang menjadi debut mereka pada turnamen Super 500.

    "Yang pasti suasananya berbeda arah angin dan shuttlecock juga. Kalau shuttlecock masih sama mungkin arah anginnya," ucap Joaquin.

    "Jadi disini lebih banyak anginnya. Kalau di Australia itu minim angin. Jadi mungkin lebih antisipasi shuttlecock sama serangan mereka."

    "Mereka lebih berpengalaman walaupun saya sudah pernah menang sekali mungkin belum bisa menjawab itu semuanya."

    Joaquin juga menjawab apakan akan ada psywar saat menjumpai seniornya itu.

    "Kalau lawan senior saya jujur ingin melawan senior karena ini di pertandingan. Jadi, apalagi psywar itu saya ingin sekali psywar lawan mereka," ujar Joaquin.

    "Soalnya kalau di latihan saya tidak enak karena menghadapi senior. Cuma kalau di pertandingan bodo amat nih pertandingan."

    "Apalagi ini udah momen yang saya tunggu-tunggu lagi. Jadi, saya ingin menang lawan rangking 3 itu," kata Joaquin sambil tersenyum.

    Hal senada juga diungkapkan Raymond.

    "Kalau dari saya sama senior mungkin kalau latihan masih ada tidak enaknya. Kalau main sama dia sudah ada wasit. Jadi bebas kalau mereka tidak kena psywar. Jadi lebih nothing to lose saja," ucap Raymond.

    Kemenangan pada Australian Open membuat Raymond/Joaquin mulai diharapkan penggemar bulu tangkis.

    "Kalau dengan perkembangan kami sekarang bisa dibilang lagi naik. Pasti ekspektasi netizen banyak ke kami sebenarnya," kata Joaquin.

    "Kami ingin hasil terbaik untuk mereka. Namun, tidak akan selamanya menang, tidak akan selamanya bagus mainnya. Kalau untuk netizen coba untuk ekspektasinya diturunkan dulu jangan terlalu ditinggikan begitu."

    "Nikmat saja proses kami dan kami juga pasti tidak mau terbebani dengan ekspektasi mereka. Jadi, kami inginnya enjoy saja. Nikmati saja perjalanan kami."

    Baca Juga: Indonesia Masters 2026 - Pelatih Sedih Jelaskan Alasan Anthony Ginting Mundur, Sudah Lakukan Pemanasan untuk Persiapan Bertanding

    Nikmati berita olahraga pilihan dan menarik langsung di ponselmu hanya dengan klik channel WhatsApp ini: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5rhNElagvAjL1t92P

    Komentar
    Additional JS