0
News
    Home Bagas Maulana Berita Bulu Tangkis Bulu Tangkis indonesia Fajar Alfian Featured Indonesia Masters Leo Rolly Carnando Muhammad Shohibul Fikri Spesial

    Indonesia Masters 2026 - Kesan Fajar/Fikri Pertama Kali Berpartner di Istora dalam Aturan 25 Detik, Ingin Jumpa Leo/Bagas - Bolasport

    6 min read

     

    Indonesia Masters 2026 - Kesan Fajar/Fikri Pertama Kali Berpartner di Istora dalam Aturan 25 Detik, Ingin Jumpa Leo/Bagas


    Atlet bulu tangkis ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Shohibul Fikri, sedang memberikan keterangan kepada awak media di Istora, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026). (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)

     

    BOLASPORT.COM - Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, melalui babak pertama Indonesia Masters 2026 dengan kemenangan.

    Bertanding di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026), Fajar/Fikri melangkah ke babak kedua setelah menundukkan Chen Zhi Ray/Lin Yu Chieh (Taiwan), 21-16, 21-10.

    Ini merupakan kali pertama, Fajar/Fikri tampi di Istora sebagai partner dan menjadi harapan Indonesia untuk meraih gelar pada turnamen Super 500 tersebut.

    "Target itu pasti selalu ada. Bukan hanya pada Indonesia Masters, tetapi kejuaraan lain juga ada. Memang PBSI menargetkan kami juara di sini dan kami juga tuan rumah," kata Fajar kepada media, termasuk BolaSport.com.

    "Sudah lama juga kami tidak mendapat gelar. Terakhir pada China open tahun lalu, dan target kami pribadi juga dan pelatih juga ingin memberikan yang terbaik sudah lama juga tidak juara di indonesia."

    "Saya pribadi juga juara terakhir pada 2023, dan sekarang saatnya saya ingin bersama Fikri menjadi juara di sini."

    Fikrii juga mengungkapkan kesannya saat pertama kali bertandem dengan Fajar pada Indonesia Masters.

    "Untuk saya pribadi, ini pertama kali berpasangan dengan A Fajar main di Istora yang memang cukup berbeda dengan pasangan-pasangan sebelumnya," ucap Fikri.

    "Tetapi, dalam dalam situasi di dalam lapangan tetap sama saja, Sebetulnya lebih ke supporternya. Lebih banyak penonton sekarang. Jadi, lebih semangat saja. Sama aturan yang 25 detik itu tadi kayak belum terasa."

    "Seperti tadi main kayak biasa saja dalam lapangan. Jadi, kami belum paham juga sebetulnya belum ada peringatan dari wasit tadi. Kami main seperti biasa aja saja."

    Fajar juga menyebut perbedaan saat bersama Fikri. Fajar sebelumnya sudah bertandem dengan Muhammad Rian Ardianto selama 10 tahun sejak 2015.

    "Ada perbedaan ya, 10 tahun saya dari 2015 bermain bersama Rian sampai 2025 dan sekarang bersama Fikri pasti berbeda. Berbeda biasanya pola permainan seperti apa karena terkenal juga istilah ini ada angin begitu," tutur Fajar.

    "Pasti pola permainannya bersama Rian dan Fikri itu sangat berbeda. Ada aturan 25 detik. Tadi saya juga sempat lihat ya bingung karena sebelumnya tidak begitu melihat ada skor."

    Baca Juga: Indonesia Masters 2026 - Fajar/Fikri Ditarget Juara, Dukungan Suporter Istora Sangat Membantu

    "Ternyata ada skor di bawah papan skor kami dan saya juga sempet berpikir oh itu 25 detik itu di waktu yang disitu."

    Fajar/Fikri berharap bisa menjumpai Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana pada babak kedua.

    Leo/Bagas sebelumnya  akan melawan Zhi Wei He/Huang Jui Hsuan (Taiwan) lebih dulu.

    "Semoga berhadapan dengan Bagas dan Leo ya. Ya Leo Bagas juga menang di partai hari ini.
    Pasti ada salah satu menguntungkan dan ada salah satu merugikan," aku Fajar.

    "Yang merugikan ya pasti ada salah satu yang gugur jika berhadapan dengan kawan sendiri.
    Tapi menguntungkannya ada wakil yang masuk ke delapan besar."

    "Kami sudah berlatih berama terus. Pasti sudah tahu kelemahan kelebihan masing-masing dan saya juga bersama pasangan sebelumnya sering juga berhadapan dengan Leo/Bagas juga."

    "Dengan Fikri dan semoga dengan Fikri juga kami bisa menang intinya bisa menangkan baik dan pasti juga di dalam lapangan pasti kita semua ingin menang."

    "Mereka memiliki speed power yang luar biasa, tapi di hari ini kami terus mempelajari permainannya karena di Malaysia kami sempat bermain rubber ya. Dan hari ini kami terus melihat video melawan mereka di Malaysia dari segi teknik."

    Aturan baru yang sedang didorong oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) akan diujicobakan di Indonesia Masters 2026.

    Aturan yang dimaksud adalah Time Clock, batas konsisten 25 detik untuk jeda antar-reli ketika tidak ada insiden yang terjadi.

    Time Clock menjadi salah satu inovasi yang diajukan BWF untuk membuat pertandingan bulu tangkis berlangsung lebih menarik.

    Dengan hitungan mundur konstan untuk jeda antar-reli, pertandingan akan berlangsung tanpa tersendat-sendat dengan aksi mengulur-ulur waktu.

    Durasinya sendiri adalah 25 detik sejak wasit mengubah skor pertandingan sampai servis siap untuk dilakukan.

    Taktik mengulur-ulur waktu di bulu tangkis biasanya dilakukan untuk mengambil napas atau mengganggu ritme lawan.

    BWF menghitung rata-rata waktu jeda di antara reli ialah 22 detik berdasarkan data-data pertandingan ajang mayor dan World Tour yang jumlahnya ratusan.

    Baca Juga: Hasil Indonesia Masters 2026 - Rachel/Febi Selamatkan Martabat Unggulan, Sarah/Ditya Bekuk Andalan Baru Denmark

    Nikmati berita olahraga pilihan dan menarik langsung di ponselmu hanya dengan klik channel WhatsApp ini: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5rhNElagvAjL1t92P

    Komentar
    Additional JS