Hasil Indonesia Masters 2026 - 'Dihabisin' Penonton 1 Istora, Khawatir Herry IP Jadi Kenyataan saat Ganda Putra No 1 Merana - Semua Halaman - Bolasport
Hasil Indonesia Masters 2026 - 'Dihabisin' Penonton 1 Istora, Khawatir Herry IP Jadi Kenyataan saat Ganda Putra No 1 Merana - Semua Halaman - Bolasport.com
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Selasa, 20 Januari 2026 | 16:05 WIB
Ganda putra nomor satu Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, pada semifinal Malaysia Open 2026 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (10/1/2026) (BAM)
BOLASPORT.COM - Ganda putra Malaysia unggulan nomor satu, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, secara mengejutkan langsung takluk dalam laga babak pertama Indonesia Masters 2026.
Chia/Soh selaku unggulan pertama dalam turnamen BWF World Tour Super 500 ini menelan pil pahit saat tampil di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Mereka dikalahkan ganda putra ranking 28 dunia asal Denmark, Daniel Lundgaard/Mads Vestergaard.
Chia/Soh tumbang dengan skor 22-20, 19-21, 16-21.
Jalannya Pertandingan
Laga tidak mudah bagi unggulan pertama ganda putra asal Malaysia dalam mengawali turnamen Indonesia Masters 2026.
Chia/Soh harus berjibaku sampai akhir laga dengan drama set point pada gim pertama. Mereka akhirnya berhasil mengamankan kemenangan lebih dulu.
Gim kedua, Chia/Soh terus mendapatkan tekanan sampai pertengahan laga.
Ganda Denmark itu bahkan lebih dulu mencatatkan game point dengan skor 20-18.
Chia/Soh hanya membalas satu angka saja sebelum gim kedua berhasil dimenangkan Lundgaard/Vestergaard.
Pada gim pamungkas, kedua pasangan terus beradu dalam reli hingga skor tetap sama pada 4-4.
Namun, Lundgaard/Vestergaard begitu solid dalam beradu pukulan drive.
Serangan-serangan yang mereka lepaskan juga melesat tajam hingga menyulitkan anak didik pelatih Herry Iman Pierngadi itu.
Chia/Soh bahkan harus sempat tertinggal empat angka pada skor 4-8 dan 5-9.
Ganda putra terbaik Malaysia itu mulai mengejar dan memangkas ketertinggalan menjadi satu angka pada 8-9 dan 9-10.
Akan tetapi, Lundgaard/Vestergaard tetap mengamankan keunggulannya pada interval dengan selisih dua poin.
Pada laga ini, Herry IP mendampingin langsung anak didiknya di Istora Senayan.
Selepas jeda, ganda Denmark justru mampu memperlebar jarak menjadi empat angka pada 15-11.
Lundgaard/Vestergaard makin percaya diri setelah unggul lima angka pada skor 19-14.
Smes keras lurus dari Aaron Chia menghasilkan tambahan poin untuk memperkecil skor menjadi 15-19.
Namun, pukulan tajam menyilang dari Denmark akhirnya menghasilkan match point.
Dorongan bola dari pemain Denmark yang memanjang keluar masih memberikan asa bagi Chia/Soh.
Poin match point pasangan Denmark mendapatkan dukungan dari penonton di Istora dengan teriakan, 'habisin, habisin, habisin!'.
Kemenangan akhirnya didapat dan pasangan Denmark yang disambut gemuruh penonton Istora setelah mengalahkan unggulan kesatu ganda putra.
Hasil tersebut seakan-akan sesuai dengan pernyataan Herry IP sehari sebelumnya dengan mengakui bahwa pertandingan di Istora tidak akan mudah.
"Kami berharap bisa meraih gelar, tapi ini akan sangat berat bagi pasangan kami,” kata Herry IP, dilansir BolaSport.com dari NewStraitsTimes, Senin (19/1/2026).