FIFA Series 2026 Perdana bagi Timnas Indonesia bersama John Herdman, Jangan Ekspektasi Berlebihan - Kompas TV
JAKARTA, KOMPAS.TV - John Herdman akan menjalani tugas perdananya sebagai pelatih Timnas Indonesia di turnamen FIFA Series 2026.
Indonesia bakal menjadi salah satu tuan rumah FIFA Series 2026 yang akan digelar pada 23-31 Maret 2026.
Pengamat sepak bola, M Kusnaeni, memperingatkan para pendukung timnas agar tidak berekspektasi berlebihan terkait performa Timnas Indonesia di ajang ini.
Ia menjelaskan, Herdman membutuhkan waktu untuk mengenal pasukannya, dan mengejawantahkan filosofi permainannya.
“Kita tidak bisa terlalu tinggi berekspektasi Herdman langsung melakukan perubahan di FIFA Series ya,” katanya di Kompas Petang Kompas TV, Jumat (16/1/2026).
Baca Juga: Tekad John Herdman Bawa Timnas Indonesia Juarai ASEAN Cup 2026 Dinilai Realistis
“Ini event pertama dia, dan dia belum bertemu dengan para pemain,” tambah sosok yang akrab disapa Bung Kus itu.
Meski begitu, dia berharap, sebelum FIFA Series 2026 dimulai, John Herdman sudah bisa mengenal para pemainnya dan terjalin chemistry yang baik.
Dengan begitu, Timnas Indonesia bisa meraih hasil yang baik di FIFA Serie 2026.
“Tapi penting bagi publik untuk menyadari bahwa event pertama itu menjadi tantangan yang tak mudah bagi seorang pelatih, apalagi datang dari kultur yang berbeda,” ujarnya.
“Dia selama ini banyak berada di Amerika Utara, dengan level kompetisi, dengan level persaingan yang tentu berbeda dengan di Indonesia,” ujarnya.
Timnas Indonesia akan menghadapi Bulgaria, Saint Kitts dan Nevis, serta Yunani di FIFA Series 2026, yang notabene berasal dari benua yang berbeda.
Baca Juga: Persija Datangkan Penyerang asal Maroko, Alaeddine Ajaraie Umbar Tekadnya
Bung Kus memperkirakan Herdman bakal menghadapi tantangan yang besar.
“Jadi ini tentu menjadi tantangan sendiri bagi Herdman di kesempatan pertama memegang timnas ini, kita menghadapi lawan-lawan dari benua yang berbeda, dengan cara yang berbeda, sementara ia baru beradaptasi dengan para pemain, yang mungkin sekali ia temui menjelang FIFA Series,” tuturnya.
“Jadi, publik juga harus menahan ekspektasi berlebihan. Kita beri ruang, beri kesempatan bagi Herdman untuk membangun tim dan menerapkan filosofi sepak bolanya,” tambah Bung Kus.