Dilema Ganda Putra Harus Terus Jalani Perang Saudara sebelum Final Indonesia Masters 2026 - Bolasport
Dilema Ganda Putra Harus Terus Jalani Perang Saudara sebelum Final Indonesia Masters 2026
BOLASPORT.COM - Kans juara tuan rumah di ganda putra berkurang setelah semua wakil menumpuk di paruh yang sama. Tidak ada kesempatan final sesama pasangan Tanah Air di Indonesia Masters 2026.
Undian Indonesia Masters 2026 tidak menguntungkan bagi pasukan tuan rumah di ganda putra.
Ketika sektor yang sempat tertidur ini kembali bergeliat, lima pasangan yang akan bertanding ditempatkan di pul yang sama.
Amunisi ganda putra Indonesia bertambah dengan kemenangan pasangan muda Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi.
Faathir/Devin menang 20-22, 21-16, 21-14 atas Mael Cattoen/Lucas Renoir (Prancis) dalam babak kualifikasi di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Juara Odisha Masters itu menyusul rekan-rekan senegara yang lolos otomatis ke babak utama karena peringkat lebih baik.
Mereka adalah Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.
Hanya saja, kelima wakil Indonesia mesti bersaing dalam jalur yang sama menuju satu tempat di babak final.
Hasil undian menempatkan semuanya di pul bawah, termasuk bagi Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi yang lolos belakangan dari daftar cadangan.
Perang saudara akan terjadi sejak babak 16 besar.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri akan bersua Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana kalau sama-sama menang di babak pertama.
Kalau semuanya lancar, pemenang persaingan di bagan Fajar/Fikri dan Leo/Bagas menghadapi Raymond/Joaquin di perempat final.
Calon lawan di semifinal? Ya, opsinya memuat nama Sabar/Reza dan Devin/Faathir, tergantung siapa yang akan bertahan hingga akhir.
Tidak ada kans All Indonesian Final di ganda putra. Hanya bisa memijakkan satu kaki di podium tertinggi sebelum final.
Fajar/Fikri dan Sabar/Reza lebih difavoritkan karena berstatus unggulan.
Fajar/Fikri adalah unggulan kedua sedangkan Sabar/Reza sebagai nomor limanya di ajang bulu tangkis bertaraf World Tour Super 500 ini.
Nikolaus Joaquin sebagai salah satu kuda hitam pun mengaku kaget.
"Kalau ngelihat drawing-nya, jujur kaget karena semua ganda putra Indonesia di pul bawah," ucap dia dalam konferensi pers yang dihadiri BolaSport.com, Senin (19/1/2026).
"Tapi itu resiko juga karena indonesia punya empat pasangan jadi bisa di mana aja. Dengan pul kayak gini, semoga bisa melaju terus," harapnya.
Sejauh ini, Raymond/Joaquin dan Fajar/Fikri telah berhasil melewati adangan masing-masing pada babak pertama yang berlangsung mulai Selasa (20/1/2026) hari ini.
Raymond/Indra mengalahkan Eloi Adam/Leo Rossi (Prancis) dalam pertandingan tiga gim dengan skor akhir 22-20, 15-21, 21-10.
Kemudian Fajar/Fikri menghentikan perlawanan Chen Zhi Ray/Liu Yu Chieh (Taiwan) dengan skor meyakinkan 21-16, 21-10.
Fajar/Fikri berharap bisa melawan Leo/Bagas di babak 16 besar.
"Pasti ada keuntungan dan kerugiannya," tukas Fajar setelah pertandingan kepada awak media, termasuk BolaSport.com.
"Kerugiannya, pasti ada salah satu yang gugur jika berhadapan dengan kawan sendiri. Tapi yang menguntungkan, ada wakil yang masuk delapan besar."
"Kami sudah berlatih bareng-bareng, pasti sudah tahu kelemahan kelebihan masing-masing."
"Saya bersama pasangan sebelumnya sering juga berhadapan dengan Leo/Bagas, juga dengan Fikri dan semoga dengan Fikri juga kami bisa menang."
"Di dalam lapangan pasti kita semua ingin menang," imbuh mantan pasangan nomor satu dunia bersama Muhammad Rian Ardianto itu.
Ganda putra menjadi sektor paling sukses bagi Indonesia dalam sejarah Indonesia Masters.
Sejak era BWF World Tour dimulai pada 2018, enam kali ganda putra Tanah Air menjadi kampiun dari delapan kali penyelenggaraan hingga tahun lalu.
Tahun 2019 dan 2020 menjadi masa keemasan dengan dua kali All Indonesian Final antara Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.