Atlet Balap Sepeda Nurefendi Persembahkan Medali Emas Pertama Indonesia di ASEAN Para Games 2025 - Bolasport
Atlet Balap Sepeda Nurefendi Persembahkan Medali Emas Pertama Indonesia di ASEAN Para Games 2025
BOLASPORT.COM - Medali emas pertama kontingen Indonesia didapat dari cabang olahraga balap sepeda pada ASEAN Para Games 2025 Thailand.
Atlet para balap sepeda asal Yogyakarta, Nurefendi, sukses memenangkan lomba balap sepeda dengan nomor 31,2 kilometer.
Nurefendi yang merupakan atlet tuna netra itu bertanding pada nomor time trial putra kategori B atau blind dan dibantu oleh Mufti Fadilah Salma sebagai pilot.
Nurefendi/Mufti menyelesaikan lomba dengan catatan waktu 41 menit 59,763 detik dalam balapan di Suranaree University of Technology, Nakhon Ratchasima, Thailand, Rabu (21/1/2026).
Mereka berhasil mengalahkan dua wakil tuan rumah, Surachai Yokphanitchakit/Jetsada dan Patiphat Hemphitak/Thanakom.
Tangis Nurefendi/Mufti pecah setelah menyentuh garis finis pertama.
Perjuangan Nurfendi yang baru mulai ditandemkan dengan Mufti pada Agustus 2025 lalu akhirnya berbuah medali emas di kejuaraan bergengsi level Asia Tenggara.
"Saya sangat senang dengan hasil yang bagi saya luar biasa ini karena bisa melebihi target," kata Nurefendi setelah lomba dalam rilis resmi NPC Indonesia.
Baca Juga: Kontingen Indonesia Disambut Meriah di Upacara Pembukaan ASEAN Para Games 2025
"Di balapan tadi, persaingannya sangat ketat karena di bulan Desember lalu kita sempat bertemu dengan Thailand dan hasilnya kalah."
"Makanya kemenangan ini terasa sangat luar biasa dan tidak terprediksi."
"Medali emas ini saya persembahkan untuk bangsa dan negara."
"Saya juga mengucapkan terima kasih buat pilot saya, Aa Mufti, para pelatih yang sudah sabar untuk melatih saya dan untuk keluarga," lanjut Nurfendi.
Setelah itu, pundi-pundi medali emas kontingen Indonesia terus bertambah.
Indonesia tak perlu menunggu lama untuk mendapatkan medali emas keduanya.
Pada perlombaan kedua yang langsung berstatus perebutan medali, atlet para balap sepeda asal Jawa Tengah, Vanza Mifthahul Jannah, juga berhasil mendapatkan medali emas.
Vanza bertandem dengan Salsa Billah Nikmatus Zahra pada nomor women's time trial kategori B, pasangan ini mencatatkan waktu tercepat 34 menit 55,616 detik.
Vanza/Salsa mengungguli atlet asal Malaysia, Nur Azlia Syafinaz dan atlet asal Thailand, Watcharobon Boonmalert dalam perlombaan berjarak 23,4 kilometer ini.
Keberhasilan Vanza kemudian disusul Muhammad Fadli Imammuddin yang tampil di nomor men's individual time trial (ITT) kategori C3-C5.
Mantan pembalap dunia Moto2 edisi 2013 ini menyelesaikan jarak 31,2 kilometer dengan catatan waktu 41 menit 44,062 detik.
Fadli Imammuddin merupakan pembalap Indonesia yang pernah tampil pada edisi Moto2 Malaysia 2013.
Keberhasilan atlet para balap sepeda di nomor ITT C3-C5 dilengkapi dengan kesuksesan Sufyan Saori yang meraih medali perak dengan catatan waktu 44 menit 48,682 detik.
Sementara medali perunggu menjadi milik wakil Filipina, Michael Bayani dengan catatan waktu 46 menit 0,971 detik.
"Kami sangat bersyukur, Alhamdulillah, karena di hari pertama dan di pagi hari ini bisa mempersembahkan enggak cuma satu, tapi tiga medali emas," kata pelatih para balap sepeda, Rizan Setyo Nugroho.
"Itu bagi kami sangat-sangat bangga pada para atlet kita. Kita juga masih berharap, semoga di event hari ini tetap berjalan dengan baik dan bisa mendapatkan medali lebih banyak lagi," ujarnya.
Rizan menjelaskan, perjuangan tim Indonesia mengamankan tiga medali emas tidak mudah, terutama emas pertama yang diraih Nurfendi. Wakil-wakil Thailand berupaya keras agar membuka perlombaan hari ini dengan medali emas.
Nurfendi dan Vanza yang awalnya hanya ditarget meraih medali perak, pada akhirnya bisa membuat kejutan dengan menggondol medali emas.
"Untuk persaingannya sangat ketat. Di kelas putra tadi, kita selisih hanya sepuluh detik dengan Thailand. Jadi kita sangat berhati-hati sekali tadi untuk manage waktunya, karena lap time di sini tidak keluar."
"Jadi kita benar-benar harus mengunci time per lap agar tidak ada kecurangan di event ini. Alhamdulillah waktunya sesuai dengan apa yang kita catatkan," ungkapnya.
Selain itu, keberhasilan juga menular ke cabor para renang yang berhasil mempersembahkan tiga medali emas.
Medali emas tersebut diraih oleh Siti Alfiah dari nomor 100 meter gaya bebas S6 putri, Mutiara Cantik Harsanto dari kelas 100 meter gaya dada SB9 putri dan Syuci Indriani dari kelas 100 meter gaya kupu-kupu S14 putri.
Keberhasilan ketiganya meraih medali emas di Aquatic Center, His Majesty the King’s 80th Birthday Anniversary Stadium.
Perlombaan ikut disaksikan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora RI), Erick Thohir yang datang bersama Chef de Mission (CdM) Indonesia, Reda Manthovani.
"Alhamdulillah sampai menuju jam 12.00 siang, kita sudah mendapatkan enam emas. Tiga dari balap sepeda dan kebetulan saya bersama CdM, Prof Reda Manthovani, menyaksikan langsung yang renang juga tiga emas," ucap Erick Thohir.
"Ada yang target awalnya perak, dapat emas juga. Ini yang kita dorong semua atlet memberikan yang terbaik bahwa kita harus mencerminkan sebagai bangsa yang punya kedigdayaan," ungkap Erick Thohir.
Kontingen Indonesia masih berpeluang mendapatkan banyak medali emas lagi pada Rabu (21/1/2026) ini.
Ada banyak cabang olahraga yang memperebutkan medali, terutama atletik yang diharapkan menjadi lumbung medali emas Indonesia.