ASEAN Para Games 2025 - Berbekal Emas dari Kompetisi Remaja Asia, Para Atlet Belia Siap Ukir Prestasi di Penampilan Perdana - Semua Halaman - Bolasport
ASEAN Para Games 2025 - Berbekal Emas dari Kompetisi Remaja Asia, Para Atlet Belia Siap Ukir Prestasi di Penampilan Perdana - Semua Halaman - Bolasport.com
Atlet para angkat besi Indonesia, Delima Yunia Susanto, berpose jelang tampil di ASEAN Para Games 2025. (NPC INDONESIA)
BOLASPORT.COM - ASEAN Para Games 2025 tidak hanya soal memburu prestasi. Di ajang multi-event tingkat regional ini, regenerasi dilakukan untuk masa depan olahraga paralimpik Indonesia.
Ketua Umum NPC Indonesia, Senny Marbun, menjelaskan langkah menurunkan atlet-atlet muda di ASEAN Para Games 2025 merupakan bentuk komitmen dalam membantu proses regenerasi.
Asian Para Games menjadi target antara menuju Paralimpiade Los Angeles 2028.
"Kami sekarang ini menargetkan atlet-atlet muda yang kemarin berlaga di Asian Youth Para Games 2025 untuk mendapatkan kesempatan bertanding di ASEAN Para Games 2025."
"Kami harus berani menampilkan mereka agar persiapan menuju Paralimpiade Los Angeles 2028 semakin matang."
"Ini harus dimaksimalkan menjadi ajang mencari pengalaman. Kalau tidak berani begitu, kapan lagi kita bisa melahirkan atlet-atlet hebat."
"Sekarang kami mulai," ujar Senny Marbun melalui rilis yang diterima BolaSport.com.
Dua atlet termuda dari kontingen Indonesia adalah Delima Yunia Susanto dari cabang olahraga para angkat besi dan Siti Aisyah dari para renang.
Keduanya baru berusia 15 tahun tetapi sudah menunjukkan prestasi dalam ajang internasional, termasuk Asian Youth Para Games.
Adel meraih emas di kelas -79 kilogram putri sekaligus memecahkan rekor Asia dengan angkatan 88 kilogram pada Desember lalu.
Prestasi itu melanjutkan progres positifnya sejak pertama kali bertanding di Pekan Paralimpik Daerah Jawa Barat 2022.
Dari daerah, Adel menggebrak ke tingkat nasional. Raihan perak di Pekan Paralimpiade Nasional 2024 membuat bakatnya dilirik NPC Indonesia.
"Sejujurnya, ASEAN Para Games 2025 ini lebih menegangkan dibandingkan kejuaraan-kejuaraan sebelumnya," kata Adel.
"Selama masa persiapan, benar-benar dibutuhkan proses dan tenaga yang besar."
Walau tegang, atlet asal Kab. Bandung itu tidak mau minder saat berhadapan dengan atlet-atlet yang lebih senior di ASEAN Para Games 2025.
"Deg-degannya tentu semakin bertambah. Tetapi, siap enggak siap, harus tetap siap untuk bertanding," ujar atlet kelahiran 21 Juni 2010 itu.
"Bagi saya, ASEAN Para Games 2025 ini juga menjadi ajang untuk menguji mental. Jadi, saya harus benar-benar mempersiapkan mental juga."
"Sebagai atlet muda, saya juga ingin mencari pengalaman di ajang ini," tambahnya. Adel ingin mempersembahkan emas untuk mengharumkan bangsa dan negara.

Sementara itu, Siti Aisyah juga tak kalah mentereng dengan prestasinya.
Di Asian Youth Para Games bulan lalu, perempuan kelahiran 1 September 2010 itu berhasil mempersembahkan empat medali emas dari gelanggang akuatik.
Kesempatan mewakili negara di ASEAN Para Games menjadi kebanggaan tersendiri bagi Aisyah, apalagi dengan usia yang masih sangat muda.
"Selama masa persiapan, saya berlatih setiap hari. Selain itu, gizi juga harus dijaga," tukas atlet asal Kab. Sijunjung, Sumatra Barat.
"Saya merasa sangat siap untuk melawan teman-teman di sana. Di Dubai kemarin saya mendapatkan empat emas."
"Bismillah, semoga saya bisa mendapatkan emas di ASEAN Para Games 2025."
Aisyah akan tampil di lima nomor, yakni 100 meter gaya bebas, 200 meter gaya bebas, 100 meter gaya punggung, 200 meter gaya punggung, serta 200 meter gaya ganti.
Menghadapi tantangan yang telah tersaji di depan mata, ia telah mengantongi peta persaingan yang bakal dihadapinya di ajang multievent ini.
Menurut dia, atlet-atlet tuan rumah berpotensi menjadi kompetitor terberatnya untuk menjadi yang terbaik.
"Kalau menghadapi negara-negara lain, saya masih merasa yakin bisa mengalahkan mereka," kata Aisyah membeberkan.
Kontingen Indonesia memberangkatkan 290 atlet yang akan bertanding di 18 cabang olahraga pada ASEAN Para Games 2025.
ASEAN Para Games 2025 akan berlangsung pada 20-26 Januari 2026. Merah Putih membidik total 82 emas, 77 perak, dan 77 perunggu.