5 Negara Besar Berpotensi Boikot Piala Dunia 2026, Buntut Kebijakan Luar Negeri AS - SindoNews
5 Negara Besar Berpotensi Boikot Piala Dunia 2026, Buntut Kebijakan Luar Negeri AS
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Kamis, 22 Januari 2026 - 12:06 WIB
5 Negara Besar Berpotensi Boikot Piala Dunia 2026, Buntut Kebijakan Luar Negeri AS
Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menghadapi bayang-bayang krisis politik internasional. Turnamen akbar yang seharusnya menjadi pesta sepak bola itu, kini justru terseret ke pusaran ketegangan geopolitik, menyusul arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump. Sejumlah negara mulai gerah dan menyuarakan kemungkinan boikot.
Situasi ini memicu kekhawatiran serius di internal FIFA . Pasalnya, Piala Dunia 2026 akan melibatkan jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah yakni 48 negara—sangan membutuhkan jaminan akses, keamanan, dan netralitas politik. Namun kebijakan luar negeri AS yang agresif dan memberi tekanan ekonomi langsung dinilai berpotensi mengiris semangat tersebut.
Pembatasan Visa Bikin Masalah Makin Kompleks
Salah satu pemicu masalah adalah kebijakan pembatasan visa Amerika Serikat terhadap warga dari sedikitnya 75 negara. Daftar tersebut mencakup negara-negara yang secara realistis berpeluang tampil di Piala Dunia 2026, seperti Brasil, Uruguay, Maroko, Iran, Senegal, hingga Pantai Gading. Meski pemerintah AS menyatakan akan memberi pengecualian bagi pemain dan ofisial tim, larangan tetap diberlakukan bagi suporter, pejabat federasi, dan delegasi non-teknis—sebuah keputusan yang dinilai diskriminatif dan bermuatan politik.
Tarif, Ambisi Teritorial, dan Operasi Militer Bayangi Piala Dunia
Di luar isu visa, kebijakan luar negeri AS yang mencakup ancaman tarif impor terhadap Eropa, wacana pencaplokan Greenland, serta keterlibatan militer di Amerika Latin dan Timur Tengah turut memperkeruh situasi. Langkah-langkah tersebut menciptakan ketegangan diplomatik yang merembet ke sektor olahraga, termasuk Piala Dunia 2026. Sejumlah pemerintah menilai AS tidak lagi menunjukkan sikap netral yang layak bagi tuan rumah ajang olahraga global.
Kondisi ini menempatkan FIFA pada posisi sulit: mempertahankan prinsip non-politik, atau menghadapi potensi boikot dari negara-negara besar yang memiliki pengaruh signifikan terhadap daya tarik komersial dan prestise turnamen.
5 Negara yang Berpotensi Boikot Piala Dunia 2026
1. Spanyol
Spanyol menjadi salah satu negara paling vokal dalam menyuarakan ancaman boikot. Pemerintah Kota Madrid sebelumnya menyatakan tidak akan mengirim tim nasional jika Israel lolos ke Piala Dunia 2026, sebagai bentuk protes atas konflik di Palestina. Meski Israel akhirnya tak lolos, sikap tegas tersebut membuka preseden bahwa Spanyol tidak ragu memboikot acara.
Absennya Spanyol akan menjadi pukulan besar bagi Piala Dunia. La Furia Roja bukan hanya juara dunia 2010, tetapi juga kandidat kuat peraih gelar 2026 dengan skuad muda yang kompetitif.
2. Jerman
Ancaman boikot dari Jerman muncul seiring memanasnya isu Greenland. Sejumlah politisi Jerman menyebut keikutsertaan di Piala Dunia 2026 bisa ditinjau ulang jika AS benar-benar merealisasikan ambisi teritorialnya. Pernyataan ini mencerminkan kegelisahan Berlin terhadap arah kebijakan Trump yang dinilai unilateral dan berbahaya bagi stabilitas global.
Sebagai negara dengan empat gelar Piala Dunia, ketidakhadiran Jerman akan secara signifikan mengurangi daya tarik historis dan komersial turnamen.
3. Inggris
Meski dikenal sebagai sekutu dekat AS, Inggris justru ikut terseret konflik akibat ancaman tarif impor sebesar 10 persen yang dilontarkan Washington. Tekanan ekonomi ini memicu reaksi keras dari Pemerintah Inggris, yang disebut mempertimbangkan segala opsi diplomatik, termasuk melalui jalur olahraga.
Dukungan suporter Inggris yang masif membuat potensi boikot dari The Three Lions menjadi ancaman serius bagi penyelenggara Piala Dunia 2026.
4. Skotlandia
Seruan boikot juga menggema di Skotlandia, seiring kebijakan tarif AS yang berdampak luas ke Eropa. Tekanan politik domestik mendorong wacana agar Timnas Skotlandia tidak berpartisipasi jika Piala Dunia 2026 terus dibayangi kepentingan geopolitik.
Bagi Skotlandia, Piala Dunia 2026 merupakan peluang langka untuk kembali tampil di panggung dunia setelah terakhir kali berlaga pada 1998.
5. Iran
Iran menjadi negara dengan konflik paling nyata. Federasi Sepak Bola Iran secara resmi memboikot acara drawing Piala Dunia 2026 setelah AS menolak visa sejumlah delegasinya. Tehran menilai tindakan tersebut sebagai intervensi politik yang melanggar komitmen FIFA.
Meski belum menarik diri dari turnamen utama, Iran menegaskan semua opsi terbuka jika diskriminasi visa terus berlanjut. Sebagai tim Asia yang konsisten lolos ke Piala Dunia dalam satu dekade terakhir, potensi absennya Iran akan menciptakan preseden berbahaya.
(sto)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

10 Negara Gugur di Fase Grup Piala Dunia U-17 2025: Ada Timnas Indonesia?