0
News
    Home Andreas Brehme Featured Jerman Barat Piala Dunia Piala Dunia 1990 Pilihan Sepak Bola Sepak Bola Internasional Timnas Jerman Barat

    Andreas Brehme, Pencetak Gol Kemenangan Jerman Barat di Final Piala Dunia 1990 Meninggal - BeritaSatu

    7 min read

     

    Andreas Brehme, Pencetak Gol Kemenangan Jerman Barat di Final Piala Dunia 1990 Meninggal

    Para pemain Jerman merayakan gol setelah Andreas Brehme mencetak gol kemenangan dalam pertandingan final Piala Dunia 1990 melawan Argentina, di Stadion Olimpiade, Roma, Italia, 8 Juli 1990. Andreas Brehme, yang mencetak satu-satunya gol saat Jerman Barat mengalahkan Argentina juara final Piala Dunia 1990, meninggal dunia.

    BeritaSatu.com

    Berlin, Beritasatu.com - Pahlawan Jerman di Piala Dunia 1990, Andreas Brehme, meninggal dunia. Pencetak gol kemenangan di final itu meninggal dunia pada usia 63 tahun.

    ADVERTISEMENT

    Brehme dielu-elukan para pendukung Jerman Barat setelah mencetak gol penalti pada menit-menit terakhir ke gawang Argentina. Di final Piala Dunia 1990 itu, Argentina diperkuat legenda Diego Maradona.

    Rekan Brehme, Susanne Schaefer, mengatakan kepada kantor berita DPA Jerman, Brehme meninggal karena serangan jantung, Selasa (20/2/2024).

    “Saya tidak percaya sama sekali. Berita kematian mendadak Andreas membuat saya sangat sedih,” kata rekan setim nasional Rudi Voller.

    “Andi adalah pahlawan Piala Dunia kami, tetapi bagi saya dia lebih dari itu. Dia adalah teman dekat dan pendamping saya sampai hari ini. Saya akan merindukan cintanya yang luar biasa dalam hidup,” tambah Voller.

    Dikenal dengan panggilan Andi, Brehme yang lahir di Hamburg adalah bintang sepak bola Jerman pada 1980-an dan 1990-an. Ia lebih banyak bermain sebagai bek kiri. Dia dikenang karena kejayaan Jerman di Piala Dunia 1990.

    Dia mencetak gol di semifinal melawan Inggris, yang akhirnya dimenangi Jerman Barat melalui adu penalti, dan penaltinya menentukan final.

    Leverkusen's Rudi Voeller, left, and Kaiserslautern's Andreas Brehme on May 18, 1996. - (AP/Gero Breloer)
    Leverkusen's Rudi Voeller, left, and Kaiserslautern's Andreas Brehme on May 18, 1996. - (AP/Gero Breloer)

    Memenangi gelar tersebut membawa gelombang perayaan nasional di seluruh Jerman, yang sedang dalam proses reunifikasi setelah runtuhnya tembok Berlin tahun sebelumnya.

    Gol penentu gelar Brehme di Roma juga dirayakan tidak jauh dari Inter Milan, klub Italia tempat ia bermain saat itu sebagai bagian dari trinitas Jerman yang tangguh termasuk rekan setimnya di tim nasional Lothar Matthaus dan Jurgen Klinsmann.

    Sebagai kapten, Matthaus biasanya mengambil penalti Jerman Barat di final, tetapi pemain nomor 10 itu mengalami patah sepatu di babak pertama. Dia tidak merasa percaya diri karena sepatu penggantinya terlalu besar.

    “Merupakan keputusan cerdas untuk membiarkan Andreas Brehme mengambil penalti,” kata Matthaus kemudian.

    “Seseorang harus mengambil tindakan. Dan bagi kami, ini adalah masalah siapa pun yang merasa percaya diri,” kata Brehme dalam wawancara FIFA pada 2017.

    “Yang terpenting adalah penalti diterapkan dan kami menjadi juara dunia,” tambahnya.

    Brehme menaklukkan kiper Argentina yang sebelumnya tidak terkalahkan, Sergio Goycochea pada menit ke-85. Jerman Barat mendominasi permainan. Namun, Goycochea dalam performa terbaiknya di final itu.

    “Malam itu di Olimpico, menghadapi Sergio Goycochea, penjaga gawang menakutkan yang telah mengalahkan Donadoni dan Aldo Serena di San Paolo, Brehme memilih untuk mengambil dengan (kaki) kanannya. Sebuah tendangan yang tepat, hampir mengarah ke gawang. Dia menendangnya ke lantai, tepat ke kiri bawah, tak terhentikan,” tulis Inter di situs klub.

    Brehme, yang berjalan sambil melakukan selebrasi, telah membantu Inter meraih gelar Serie A pada 1989. Ia memenangi Piala UEFA bersama klub tersebut dua tahun kemudian.

    “Pemain yang luar biasa, Interista sejati. Ciao Andy, selamanya seorang legenda,” kata Inter, yang mengumumkan bahwa mereka akan mengenakan ban lengan berwarna hitam selama pertandingan Liga Champions melawan Atlético Madrid Selasa malam.

    Brehme memenangi dua gelar Bundesliga, pertama bersama Bayern Munich pada 1987, kemudian dengan cara yang mustahil bersama tim promosi Kaiserslautern pada musim terakhirnya sebelum pensiun pada 1998.

    Secara keseluruhan, Brehme bermain 10 musim untuk Setan Merah selama dua periode. Dia memenangi Piala Jerman bersama Kaiserslautern pada 1996, musim yang sama ketika dia terdegradasi dari Bundesliga.

    Brehme menangis ketika dia dihibur oleh Voller asuhan Bayer Leverkusen setelah timnya terdegradasi. Namun, dia memiliki akhir yang bahagia dengan kemenangan klubnya di Bundesliga dua tahun kemudian.

    Kaiserslautern mengatakan, pihaknya sangat sedih dengan kematian Brehme yang tidak terduga dan pihaknya telah merencanakan penghormatan dalam beberapa hari mendatang.

    Rekannya, Karl-Heinz Rummenigge yang bermain dengan Brehme untuk Jerman Barat pada Piala Dunia 1986 di Meksiko, juga sangat sedih.

    “Andi adalah pemain tim yang hebat, sangat setia dan dapat diandalkan. Kecintaannya pada kehidupan menular dan itu membuat saya sangat sedih karena dia harus meninggalkan kami pada usia 63 tahun,” kata Rummenigge.

    Brehme juga bermain untuk Real Zaragoza di Spanyol sebelum bergabung kembali dengan Kaiserslautern untuk tugas keduanya.

    Dia terjun ke dunia kepelatihan setelah memenangi Bundesliga bersama Kaiserslautern, pertama dengan klub yang sama, yang dia pimpin ke semifinal Piala UEFA pada 2001, dan kemudian divisi kedua Unterhaching. Peran kepelatihan terakhirnya adalah di Stuttgart sebagai asisten pelatih Giovanni Trapattoni pada musim 2005-06.

    Kematian Brehme terjadi sebulan setelah kematian temannya Franz Beckenbauer, yang melatih tim pemenang Piala Dunia pada 1990.

    “Saat masih kecil, saya, seperti yang mungkin dimiliki setiap anak laki-laki di Jerman, memiliki poster Franz Beckenbauer yang tergantung di atas tempat tidur saya,” kata Brehme kepada DPA bulan lalu.

    “Kemudian, dia menjadi bos saya dan saya bisa bekerja dengannya. Dan pada akhirnya kami menjadi teman dekat. Jadi saya harus banyak berterima kasih kepada Franz,” tambahnya.

    Brehme memainkan 86 pertandingan internasional untuk Jerman Barat dan Jerman.

    “Salah satu pemain terhebat dan terbaik Jerman sepanjang masa,” kata Presiden Federasi Sepak Bola Jerman Bernd Neuendorf.

    “Sepak bola Jerman berhutang banyak padanya," tutupnya.
     

    Andreas Brehme

    Andreas Brehme Meninggal

    Pahlawan Jerman Piala Dunia 1990

    Piala Dunia 1990

    Inter Milan

    Kaiserslautern

    Komentar
    Additional JS