0
News
    Home Deddy Corbuzier Featured Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Shin Tae-yong Timnas Indonesia

    Ditanya Deddy Corbuzier soal Pelatih Bisa Main Bola dan Korea Utara, Shin Tae-yong: Pertanyaan Sangat di Bawah, Jangan Dibiasakan - bolacom

    10 min read

     

    Ditanya Deddy Corbuzier soal Pelatih Bisa Main Bola dan Korea Utara, Shin Tae-yong: Pertanyaan Sangat di Bawah, Jangan Dibiasakan

    pada 11 Jan 2022, 15:35 WIB

    Diperbarui 11 Jan 2022, 16:25 WIB

    Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong diundang ke podcast Deddy Corbuzier, Close The Door. Arsitek asal Korea Selatan itu diberondong banyak pertanyaan.

    Podcast Deddy Corbuzier bersama Shin Tae-yong dan penerjemahnya, Jeong Seok-seo berdurasi 54 menit dan 32 detik dan tayang di channel YouTube pribadinya pada Selasa (11/1/2022) siang WIB.

    Rentetan pertanyaan terus mengalir kepada Shin Tae-yong hingga nakhoda asal Korea Selatan itu terganggu dengan sebuah pertanyaan dan candaan dari Deddy Corbuzier.

    "Pelatih sepak bola, bisa main sepak bola atau tidak?" tutur Deddy Corbuzier bertanya kepada Shin Tae-yong.

    Seraya terkejut dan tersenyum tipis, Shin Tae-yong menjawab pertanyaan Deddy Corbuzier. "Kualitas pertanyaan mungkin sangat di bawah," ujar Shin Tae-yong.

    Deddy Corbuzier lalu meluruskan maksud pertanyannya. "Pelatih tinju, ada yang tidak bisa main tinju," kata Deddy. "Dulunya pemain sepak bola kan? Maksudnya sekarang ini lho, sudah tua ini lho," lanjutnya.

    "Ooo. Kalau saya sangat-sangat jago main sepak bola. Sekarang? Secara dasar masih bagus. Masih kuat lari? Bagus," ujar Shin Tae-yong menjawab.

    Kekurangan Pemain Indonesia

    Deddy Corbuzier juga bertanya mengenai kejelekan pemain Indonesia. Shin Tae-yong menjawab bahwa pemain Indonesia kebanyakan masih kurang mental, makan asal-asalan, dan tidak peduli dengan latihan beban.

    "Kenapa harus latihan beban? Kan mereka pesepak bola," tanya Deddy.

    "Latihan beban memang sangat penting untuk menguatkan. Kan sepak bola itu olahraga kontak fisik. Ada benturan, tabrakan. Kalau tidak seperti itu, bisa cedera. Kalau kalah fisik, tidak bisa keluarkan kemampuan," jelas Shin Tae-yong.

    "Setelah saya datang ke Indonesia, saya merasakan banyak sekali pemain Indonesia tidak tahu kenapa harus latihan beban. Sebenarnya di Eropa hal itu sangat-sangat penting untuk main sepak bola," ungkapnya.

    Kebiasaan Makan Pemain Indonesia

    Deddy Corbuzier juga penasaran tentang kebiasaan pola makan pemain Indonesia. Shin Tae-yong mengungkapkan bahwa para pemain Indonesia menggemari makanan berminyak seperti nasi goreng dan gorengan.

    "Pemain harus banyak makan makanan berprotein. Kalau tidak, powernya akan kurang," imbuh Shin Tae-yong yang diamini Deddy Corbuzier.

    "Saya sedang mengubahnya untuk menjadi lebih baik. Kalau dalam pemusatan latihan, saya bisa mengubahnya. Tapi setelah pemusatan latihan selesai, itu tidak bisa dikontrol," papar Shin Tae-yong.

    Mendengar penjelasan Shin Tae-yong itu, Deddy Corbuzier berpendapat bahwa para pemain Indonesia harus mempunyai ahli nutrisi untuk menjaga kebiasaan makannya.

    "Sebenarnya pemain-pemain Indonesia harus sadar sebagai pesepak bola profesional. Namun ketika kembali ke klub, kebiasaan itu balik lagi," ucap Shin Tae-yong.

    Celetuk Deddy Corbuzier soal Pakar Nutrisi dari Korea Utara

    Deddy Corbuzier berceletuk bahwa Indonesia harus mendatangkan ahli nutrisi dari Korea Utara setelah mempunyai pelatih dari Korea Selatan.

    "Gini saja, saya punya ide. Kan kita punya pelatih Timnas Indonesia dari Korea Selatan, kita pakai pakar nutrisi dari Korea Utara," ujar Deddy Corbuzier.

    Mendengar saran seperti itu, Jeong Seok-seo pun terlihat sungkan untuk menerjemahkannya ke Shin Tae-yong.

    "Melawak seperti itu tidak boleh dibiasakan," kata Shin Tae-yong seraya memancarkan senyum tipis ke Deddy Corbuzier.

    Deddy Corbuzier meresponsnya dengan tertawa terbahak-bahak. "Kalau di Indonesia itu biasa," ujar Deddy sambil mengalihkan pertanyaan.

    Komentar
    Additional JS