Cari Muka ke Suporter Inter Milan, Lukaku Dibalas Spanduk Penuh Amarah - Semua Halaman - Bolasport
Cari Muka ke Suporter Inter Milan, Lukaku Dibalas Spanduk Penuh Amarah - Semua Halaman - Bolasport.com

BOLASPORT.COM - Usaha Romelu Lukaku mencari muka ke suporter Inter Milan berujung pahit setelah ia mendapatkan balasan berupa spanduk penuh rasa marah.
Situasi Romelu Lukaku semakin sulit setelah kini suporter Inter Milan ikut bersuara.
Dalam beberapa hari terakhir, Romelu Lukaku secara blakblakan mengungkapkan bahwa ia tidak betah berada di klubnya saat ini, Chelsea.
Tidak hanya itu, Lukaku juga mengakui bahwa ia ingin kembali ke Inter Milan yang merupakan klub lamanya.
“Saya selalu memikirkan Milan, Milan, dan Milan,” kata Lukaku seperti dilansir BolaSport.com dari Sky Sport Italia.
“Suporter Inter Milan adalah yang terbaik dan momen terbaik saya hadir bersama klub ini,” ujar Lukaku menambahkan.
Tidak berselang lama, suporter Inter Milan pun memberikan balasan terhadap pernyataan Lukaku.
Sial bagi Lukaku, balasan yang ia dapatkan ternyata tidak semanis ucapan yang ia keluarkan.
Spanduk yang dipasang suporter Inter Milan di Stadion San Siro langsung menunjukkan ketidakramahan mereka.
“Tidak peduli siapa yang berlari menjauh saat hujan, yang berharga adalah yang masih bertahan di tengah badai. Selamat tinggal, Romelu,” tulis suporter Inter Milan dalam spanduk tersebut.
Lukaku memang memutuskan meninggalkan Inter Milan pada awal musim 2021-2022.
Selama dua musim membela klub berjulukan Nerazzurri tersebut, Lukaku dipercaya tampil dalam 95 laga dan mencetak 64 gol.
Penyerang asal Belgia tersebut juga mengantar Inter Milan menjuarai Liga Italia pada musim lalu.
Begitu pindah ke Chelsea, Lukaku justru mengalami kesulitan mempertahankan performa bagus di Inter Milan dan hanya mencetak tujuh gol dalam 18 laga di semua ajang.
Puncaknya, Lukaku secara terbuka mengkritik Thomas Tuchel di media.
Tuchel jelas tidak menyukai sikap Lukaku yang ia anggap mengganggu ketenangan klub.
Kini setelah Inter Milan juga menolak, Lukaku pun berada dalam dilema besar sepanjang kariernya.