Shin Tae-yong Sempat Ngobrol 4 Mata dengan Dewa, Akhirnya Jadi Man of the Match Indonesia Vs Vietnam - TRIBUNNEWS
Shin Tae-yong Sempat Ngobrol 4 Mata dengan Dewa, Akhirnya Jadi Man of the Match Indonesia Vs Vietnam - Halaman all
Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di sebuah rumah yang berada di Jalan Pucang Anom Timur IX, Batursari, Mranggen, Demak, Puguh dan istrinya Yuni Wulandari, nampak serius menatap layar televisi.
Selama 90 menit lebih, keduanya pun tidak beranjak dari tempat duduknya.
Bahkan, Puguh beberapa kali teriak di depan televisi untuk mengomentari adegan demi adegan yang disiarkan secara langsung itu.
Tak hanya mereka berdua saja, warga sekitar rumahnya pun juga turut menyaksikan layar televisi tersebut. Ditemani sepiring ketela pohon rebus dan teh hangat.
Apa yang dilakukan mereka bukanlah sedang menyaksikan adegan film action.
Melainkan sedang menyaksikan permainan apik Timnas Indonesia yang sedang berlaga dengan Vietnam dalam kejuaraan AFF Suzuki Cup 2020, Rabu (15/12/2021) malam.
Puguh dan Yuni sendiri merupakan orangtua Alfeandra Dewangga, satu di antara pemain Timnas Indonesia dengan nomor punggung 28.
Di tangan sang pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-Yong, Dewa panggilan akrab Dewangga, dipilih untuk memperkuat posisi bek tengah.
Bahkan dari awal hingga akhir pertandingan, Dewa tidak digantikan oleh pemain lain meskipun harus menerima kartu kuning di menit ke-20.
Yuni mengatakan anaknya sempat berkabar pada dirinya bahwa diminta oleh Shin Tae-Yong untuk melakukan pertemuan empat mata sebelum pertandingan.
"Dewa sempat ngasih kabar kalau habis diajak ngobrol dengan pelatih secara empat mata sebelum pertandingan.
Mungkin untuk mengatur strategi saat melawan Vietnam," ujarnya.
Sebelum pertandingan dimulai pun, Dewa sempat mengirim pesan singkat melalui grup Whatsapp keluarga untuk meminta doa dan dukungan.
"Sore tadi kirim chat di grup WA keluarga besar.
Intinya minta doa dan dukungan. Keluarga besar tentu sangat support," tegas Yuni.
Menanggapi perihal pertandingan Indonesia melawan Vietnam, Yuni mengatakan sangat mengapresiasi usaha setiap pemain Timnas Indonesia.
Dewa menjadi pemain terbaik (man of the match) dalam laga ini.
"Saya kalau lihat Dewa main selalu deg-degan.
Tapi tadi luar biasa perjuangan seluruh tim, karena sudah mempertahankan bola supaya tidak kebobolan.
Mereka semua semangatnya luar biasa," tuturnya.
Dewa sendiri mengorbit di level timnas melalui Timnas Indonesia U18 asuhan Fakhri Husaini.
Ia menjadi pilihan utama Fakhri di lini belakang Garuda Muda saat berlaga di Piala AFF U18 2019 dan Kualifikasi Piala Asia U19 2020.
Nama Dewa sudah mengorbit di level senior.
Ia dipanggil pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong untuk mengikuti pertandingan sisa Kualifikasi Piala Dunia 2022, Februari tahun lalu.
Boleh dibilang pelatih asal Korea Selatan itu membuat gebrakan dengan memanggil pemain muda, termasuk Dewa.
Doa orang tua juga membuat karier Dewa melesat.
Tak heran, sang ayah dan ibunya sangat mendukung Dewa sejak berkarir di SSB S3 di Kota Semarang.
"Saya selalu berpesan kepada Dewa jangan pernah menyerah dengan keadaan apapun itu, tetap berdoa dan ingat kepada Allah.
Dan yang terakhir adalah jangan pernah meninggalkan ibadah,” pungkasnya.(afn)
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :