0
News
    Home Featured Match Fixing PSSI Sepak Bola Sepak Bola Indonesia

    PSSI Laporkan Dugaan Match Fixing Perserang Serang ke Polda Metro Jaya By BolaSport

    3 min read

     

    PSSI Laporkan Dugaan Match Fixing Perserang Serang ke Polda Metro Jaya

    By
    BolaSport.com Mochamad Hary Prasetya
    bolasport.com
    3 min
    Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan
    Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan

    BOLASPORT.COM - PSSI memutuskan untuk melaporkan kasus dugaan match fixing Perserang Serang ke Polda Metro Jaya pada Sabtu (6/11/2021).

    Sebelumnya, Perserang Serang telah melaporkan dan mengirimkan surat kepada PSSI terkait dugaan match fixing oleh pihak luar kepada pemain Perserang Serang.

    Surat laporan tersebut disampaikan kepada PSSI pada 28 Oktober 2021.

    Sebelumnya Komite Disiplin (Komdis) PSSI telah menggelar sidang pada Senin-Rabu dini hari (1-3) November 2021 terkait ini.

    Keputusan pun sudah dijatuhkan kepada 5 pemain mantan Perserang dengan hukuman bervariasi.

    Sidang Komdis tersebut dilaksanakan di Kantor PSSI dan diikuti dua anggota Komdis, yaitu Khairul Anwar, Aji Ridwan Mas, wakil ketua Eko Hendro Prasetyo, dan dipimpin Ketua Komdis Irjen Pol (Purn) Erwin TPL Tobing.

    "Setelah Komite Disiplin PSSI memutuskan hukuman kepada pemain Perserang kami juga menindaklanjuti ini dengan melaporkan kepada pihak yang berwenang yakni Polri (Polda Metro Jaya)," kata Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan.

    Iriawan melanjutkan, laporan ini dilakukan agar PSSI bisa mengetahui secara detail siapa pihak luar yang menghubungi pemain Perserang Serang.

    Apalagi pihak luar tersebut menghubungi pemain Perserang Serang memakai private number.

    "PSSI dengan Polri saat ini sudah melakukan perjanjian kerja sama pada 22 Juli 2021 tentang penerbitan rekomendasi dan/atau pemberian izin bantuan pengamanan, penegakan hukum, kesehatan dan hubungan luar negeri dalam kegiatan PSSI," imbuh Iriawan.

    Iriawan mengatakan PSSI tidak memiliki kewenangan untuk memanggil dan mengusut orang per orang yang bukan dari ‘keluarga sepakbola’ (football family).

    PSSI juga memiliki keterbatasan teknologi untuk melacak nomor-nomor rahasia yang melakukan match fixing dengan pemain.

    "Nah kerja sama yang dilakukan antara PSSI dan Polri akan sangat membantu untuk menguak pihak-pihak yang ingin merusak sepakbola Indonesia,’’ imbuh Sekjen PSSI Yunus Nusi.

    Komentar
    Additional JS