0
News
    Home Bali United Featured Persik Kediri PSSI Sepak Bola Sepak Bola Indonesia

    Komite Wasit PSSI Sorot Pertandingan Bali United vs Persik, Ada Pelanggaran Regulasi FIFA - jpnn

    4 min read

     

    Komite Wasit PSSI Sorot Pertandingan Bali United vs Persik, Ada Pelanggaran Regulasi FIFA

    By
    bali.jpnn.com
    3 min
    Pemain Bali United duel dengan pemain Persik Kediri di Stadion Gelora Bung Karno di Jakarta, 27 Agustus lalu. Pertandingan tersebut disorot Komite Wasit PSSI karena ada dugaan pelanggaran regulasi FIFA. Foto: Baliutd.com
    Pemain Bali United duel dengan pemain Persik Kediri di Stadion Gelora Bung Karno di Jakarta, 27 Agustus lalu. Pertandingan tersebut disorot Komite Wasit PSSI karena ada dugaan pelanggaran regulasi FIFA. Foto: Baliutd.com

    bali.jpnn.com, JAKARTA - Laga perdana Liga 1 musim 2021/2022 antara Persik Kediri melawan Bali United di Stadion Gelora Bung Karno (GBT), 27 Agustus lalu mendapat sorotan Komisi Wasit PSSI.

    Dalam pandangan Ketua Komite Wasit PSSI Ahmad Riyadh, ada kekeliruan yang dilakukan wasit Yudi Nurcahya saat memimpin jalannya pertandingan.

    Saat itu, wasit Yudi Nurcahya tetap melanjutkan pertandingan (play on) saat penalti penyerang Persik Kediri Youssef Ezzejari gagal meski ada pemain Bali United yang masuk kotak terlarang sebelum bola ditendang.

    Menurut PSSI, sesuai regulasi FIFA, wasit Yudi Nurcahya berhak mengulang penalti tersebut.

    Namun, keputusan tersebut tidak diambil sang pengadil lapangan meski pemain Persik Kediri melayangkan protes keras.

    "Kami akan melakukan evaluasi perangkat pertandingan.

    Jika ditemukan lagi ada kesalahan, PSSI akan memberikan sanksi sesuai tingkatannya," ujar Ketua Komite Wasit PSSI Ahmad Riyadh dilansir dari situs pssi.org.

    Selain wasit di laga Persik Kediri vs Bali United, PSSI menyorot wasit Musthofa Umarella yang mengesahkan gol penalti penyerang Bhayangkara FC Ezwchiel N'Douassel ke gawang Persiraja.

    Padahal, ada pemain yang masuk kotak penalti sebelum bola dieksekusi.

    Seperti kasus Yudi, seharusnya Musthofa mengulang sepakan 12 pas tersebut.
    Ketiga, wasit Oki Dwi Putra diduga melakukan kekeliruan dalam pertandingan Arema FC versus Persija. Wasit Oki tidak memberikan penalti saat pemain Persija Rio Fahmi dijatuhkan di dalam kotak terlarang.
    Lalu, Oki memberikan kartu merah untuk penyerang Arema Kushedya Hari Yudo yang diduga berpura-pura jatuh (diving).

    Yang paling fatal, wasit Oki pun menganulir gol striker Persija, Marko Simic pada akhir laga karena menganggap terjadi pelanggaran ke kiper Arema FC.
    Persija sendiri merasa dirugikan dengan keputusan-keputusan Oki dan sudah melayangkan surat keberatan kepada PSSI.
    Keempat, masih di Liga 1, wasit Iwan Sukoco diduga melakukan kekeliruan dalam lada Borneo FC kontra Persita pada 2 Okotber 2021.

    Wasit Iwan dianggap salah dalam mengambil keputusan atas jatuhnya pemain Persita Irsyad Maulana dalam kotak terlarang.

    Iwan menganggap Irsyad diving dan memberikan kartu kuning kedua.

    Dalam tayangan ulang, Irsyad ternyata benar-benar dilanggar oleh Nuriddin Davronov.
    Menurut Ahmad Riyadh yang dimaksud dengan kesalahan sesuai dengan tingkatannya ialah kesalahan kategori sedang akan diistirahatkan selama beberapa laga.

    Kesalahan berat akan diturunkan menjadi wasit Liga 2.

    Bahkan, jika kesalahannya sangat fatal akan diberhentikan.

    ‘’Kesalahan fatal ini jika tindakan wasit ini bisa mengubah pertandingan.

    Misal seharusnya kedudukan 1-1, tetapi karena kesalahan wasit bisa menjadi 2-1.

    PSSI ingin agar semua wasit yang bertugas di Liga 1 dan 2 lebih fokus sehingga tidak ada kesalahan elementer yang kemudian menjadi respons negatif dari klub, netizen, sponsor, bahkan pemerintah,’’ papar Ahmad Riyadh.

    Ahmad Riyadh memastikan sanksi nanti akan mengacu aturan dari FIFA, AFC, dan AFF.

    Karena kemungkinannya ada dua.

    "Kalau human error, itu bisa dibina.

    Kecuali jika ditemukan indikasi match fixing atau kesalahan fatal lainnya.

    Nanti tunggu saja investigasi yang kami lakukan," pungkasnya. (lia/JPNN)

    Komentar
    Additional JS