0
News
    Home Featured Paralimpiade 2020 Paralimpiade Tokyo

    Video Aksi Memukau Atlet Tenis Meja Asal Mesir di Paralimpiade Tokyo - Bolasport

    4 min read

     

    Video Aksi Memukau Atlet Tenis Meja Asal Mesir di Paralimpiade Tokyo

    Photo :
Alamy
    Photo : Alamy

    VIVA – Paralimpiade Tokyo penuh dengan olahragawan inspiratif yang bisa mengatasi keterbatasan mereka dengan cara yang luar biasa. Dan para penggemar kagum dengan prestasi Ibrahim Hamadtou di cabang olahraga tenis meja di kualifikasi Class 6.

    Melawan Park Hong-kyu dari Korea Selatan pada hari Rabu lalu, atlet Mesir itu menunjukkan keahliannya dengan aksi yang mengesankan. Class 6 terbuka untuk atlet yang dapat berdiri tetapi memiliki kekurangan pada lengan dan kaki.

    Pada kesempatan ini, Park mengklaim kemenangan, 11-6, 11-4, 11-9. Meski demikian, aksi keduanya menuai pujian dan kekaguman dari publik. Bagaimana keduanya bisa menembus batas atas segala keterbatasan yang ada.

    Penonton dibuat takjub dengan tontonan tersebut. Beragam komentar ramai di media sosial. Dilansir The Sun, pengguna Twitter Maf menulis: "Video yang benar-benar luar biasa. Gerak kaki untuk melakukan servis tidak nyata."

    Penggemar lain menambahkan: "Luar biasa! Saya bahkan tidak bisa mengembalikan bola dua kali berturut-turut menggunakan kedua tangan." Dan Debbie mentweet: "Benar-benar luar biasa, pria yang luar biasa, bakat yang luar biasa."

    Lihat videonya di bawah ini:

    Park Hong-kyu merupakan veteran peraih emas di Asian Para Games 2014. Dia menderita kerusakan tulang belakang leher yang mengganggu gerakan tubuh bagian atas dan bawahnya dalam kecelakaan industri pada tahun 2005.

    Sementara Hamadtou diketahui telah menorehkan karier yang menakjubkan meskipun kehilangan lengannya dalam kecelakaan kereta api saat masih kecil, yang berarti dia menggunakan bat dengan mulutnya dan mengatur servis dengan kakinya.

    Setelah terlebih dahulu menyelipkan bat di bawah lengannya dulu, dia kemudian melepas pukulan keras menggunakan bat di mulutnya. Sepanjang kariernya, dia telah memenangkan medali perak di Kejuaraan Afrika 2011 dan 2013.

    Bintang tersebut melakukan debut Paralimpiade di Rio pada usia 43 tahun. Dan sekarang di usianya yang sudah 48 tahun, ia terus bersaing dengan atlet terbaik di kelasnya.

    Hamadtou menjelaskan bagaimana sepakbola adalah satu-satunya permainan lain yang bisa dia mainkan setelah kecelakaan yang menimpa dirinya. Namun dia menantang dirinya dengan latihan olahraga tenis meja.

    "Di desa kami, kami hanya bisa bermain pada waktu itu, yang populer tenis meja dan sepakbola. Itu sebabnya saya bermain keduanya. Tapi saya bermain sepakbola dulu karena kasus saya," jelasnya dilansir The Sun, Kamis 26 Agustus 2021.

    "lalu saya bermain tenis meja sebagai tantangan. Sangat sulit bermain tenis meja setelah kecelakaan itu. Saya harus berlatih keras selama tiga tahun berturut-turut setiap hari. Awalnya, orang-orang kagum dan kaget melihat saya bermain."

    "Mereka banyak mendorong dan mendukung saya dan mereka sangat bangga dengan kemauan, ketekunan, dan tekad saya."

    Komentar
    Additional JS