Nasib Pemain Klub Peserta European Super League Terancam, FIFA Belum Ambil Kebijakan - Halaman all - Tribunnews
5 min read
Nasib Pemain Klub Peserta European Super League Terancam, FIFA Belum Ambil Kebijakan - Halaman all
Senin, 19 April 2021 10:57
Para peserta European Super League atau Liga Super Eropa seperti Real Madrid, Barcelona, Manchester United, Chelsea, Liverpool, AC Milan, Juventus, Inter Milan dll. Big six Liga Inggris menyatakan ikut kompetisi saingan Liga Champions tersebut.
BANJARMASINPOST.CO.ID - Federasi Sepakbola Eropa, UEFA, langsung mengambil kebijakan tegas terkait munculnya kompetisi tandingan Liga Champions, Europa Super League (Liga Super Eropa).
Tak cuma klub, para pemain klub peserta European Super League juga ikut terancam sanksi oleh UEFA.
Berbeda dengan UEFA, Federasi Sepakbola Dunia , FIFA tampaknya lebih berhati-hati dan baru memberikan pernyataan tanpa mengambil kebijakan terkait European Super League.
European Super League atau Liga Super Eropa adalah kompetisi sepakbola antarklub Eropa dengan format baru di luar Liga Champions yang digagas oleh 12 tim besar terdiri dari AC Milan, Arsenal, Atletico Madrid, Chelsea, Barcelona, Inter Milan, Juventus, Liverpool, Manchester City, Manchester United, Real Madrid, dan Tottenham Hotspur.
Semua tim tersebut secara resmi bersama-sama mengumumkan format hingga tujuan dari pembentukan Liga Super Eropa pada Senin (19/4/2021) pagi WIB.
Pengumuman dari 12 tim itu langsung membuat jagat sepak bola dunia heboh.
Sebab, 12 tim tersebut membuat pengumuman resmi mengenai European Super League tidak lama setelah induk sepak bola Eropa, UEFA, mengeluarkan ancaman.
UEFA melalui situs resminya mengancam akan memberi sanksi tegas kepada tim mana pun dan pemain yang mengikuti Liga Super Eropa.
Dalam keterangan resminya, pihak UEFA mengaku juga didukung oleh Asosiasi Sepak Bola dari negara asal 12 tim pendiri Liga Super Eropa.
Berikut adalah tiga sanksi dari UEFA yang akan dibebankan kepada tim dan pemain peserta European Super League:
1. Tim peserta Liga Super Eropa akan dihukum denda dan dikeluarkan dari Asosiasi Sepak Bola negara asal sehingga tidak bisa mengikuti kompetisi domestik.
2. Tim peserta Liga Super Eropa dilarang mengikuti kompetisi di bawah naungan UEFA dan FIFA, yakni Liga Champions, Liga Europa, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub.
3. Pemain dari tim peserta Liga Super Eropa dilarang membela tim nasional negara masing-masing.
Logo European Super League atau Liga Super Eropa yang digagas sejumlah klub besar Eropa langganan Liga Champions (Instagram @wetrollfootball)
Melihat kegaduhan yang dibuat 12 tim elite Eropa dan UEFA, FIFA pada akhirnya buka suara.
Pada intinya, FIFA juga tidak setuju dengan wacana Liga Super Eropa. Namun, berbeda dari UEFA, FIFA dalam keterangan resminya tidak mengeluarkan kebijakan apa pun.
FIFA hanya meminta semua pihak untuk tenang dan berdialog lagi untuk menyelesaikan polemik Liga Super Eropa kali ini.
Berikut adalah beberapa kutipan penting dari rilis resmi FIFA menanggapi polemik European Super League:
"Melihat beberapa permintaan media dan seperti yang telah dikemukakan beberapa kali, FIFA ingin mengklarifikasi bahwa kami berpihak pada solidaritas dalam sepak bola dan model redistribusi yang adil. Sepak bola global adalah misi utama FIFA."
"Dalam pandangan kami, dan sesuai dengan undang-undang yang ada, setiap kompetisi sepak bola, baik nasional, regional maupun global, harus selalu mencerminkan prinsip-prinsip inti solidaritas, inklusivitas, integritas, dan redistribusi keuangan yang adil."
"Selain itu, badan sepak bola harus menggunakan semua cara yang sah, olahraga, dan diplomatik untuk memastikan segala prinsip itu bisa terjaga."
"Atas latar belakang itu, FIFA hanya dapat menyatakan ketidaksetujuannya pada 'liga yang memisahkan diri dari Eropa' di luar struktur sepak bola internasional dan tidak menghormati prinsip-prinsip yang disebutkan di atas."
Wacana Liga Super Eropa saat ini menjadi polemik karena mengancam eksistesi Liga Champions dan Liga Europa yang sudah berjalan puluhan tahun.
Jika sanksi UEFA diterapkan, 12 tim pendiri Liga Super Eropa dipastikan tidak bisa mengikuti Liga Champions atau Liga Europa pada masa mendatang.
Hal itu tentu menjadi berita buruk mengingat beberapa tim dari anggota pendiri Liga Super Eropa memiliki tradisi panjang di Liga Champions dan Liga Europa.
Sebagai contoh, Real Madrid yang kini berstatus pengoleksi gelar terbanyak dalam sejarah Liga Champions tidak akan lagi bisa mengikuti kompetisi tertinggi antar klub Eropa tersebut jika sanksi UEFA diterapkan.
Terlepas dari hal itu, 12 tim pendiri Liga Super Eropa melalui keterangan resminya menyatakan akan membuka pintu dialog dengan petinggi FIFA dan UEFA dalam waktu dekat.
Berita ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul Tanggapan FIFA soal Kegaduhan Wacana European Super League
Editor: Rahmadhani
Sumber: Kompas.com
[Category Opsi Informasi, Olahraga, Sepak Bola, Sepak Bola Internasional]
[Tags Featured, UEFA, FIFA, European Super League,Liga Super Eropa]
Senin, 19 April 2021 10:57
Para peserta European Super League atau Liga Super Eropa seperti Real Madrid, Barcelona, Manchester United, Chelsea, Liverpool, AC Milan, Juventus, Inter Milan dll. Big six Liga Inggris menyatakan ikut kompetisi saingan Liga Champions tersebut.BANJARMASINPOST.CO.ID - Federasi Sepakbola Eropa, UEFA, langsung mengambil kebijakan tegas terkait munculnya kompetisi tandingan Liga Champions, Europa Super League (Liga Super Eropa).
Tak cuma klub, para pemain klub peserta European Super League juga ikut terancam sanksi oleh UEFA.
Berbeda dengan UEFA, Federasi Sepakbola Dunia , FIFA tampaknya lebih berhati-hati dan baru memberikan pernyataan tanpa mengambil kebijakan terkait European Super League.
European Super League atau Liga Super Eropa adalah kompetisi sepakbola antarklub Eropa dengan format baru di luar Liga Champions yang digagas oleh 12 tim besar terdiri dari AC Milan, Arsenal, Atletico Madrid, Chelsea, Barcelona, Inter Milan, Juventus, Liverpool, Manchester City, Manchester United, Real Madrid, dan Tottenham Hotspur.
Semua tim tersebut secara resmi bersama-sama mengumumkan format hingga tujuan dari pembentukan Liga Super Eropa pada Senin (19/4/2021) pagi WIB.
Pengumuman dari 12 tim itu langsung membuat jagat sepak bola dunia heboh.
Sebab, 12 tim tersebut membuat pengumuman resmi mengenai European Super League tidak lama setelah induk sepak bola Eropa, UEFA, mengeluarkan ancaman.
UEFA melalui situs resminya mengancam akan memberi sanksi tegas kepada tim mana pun dan pemain yang mengikuti Liga Super Eropa.
Dalam keterangan resminya, pihak UEFA mengaku juga didukung oleh Asosiasi Sepak Bola dari negara asal 12 tim pendiri Liga Super Eropa.
Berikut adalah tiga sanksi dari UEFA yang akan dibebankan kepada tim dan pemain peserta European Super League:
1. Tim peserta Liga Super Eropa akan dihukum denda dan dikeluarkan dari Asosiasi Sepak Bola negara asal sehingga tidak bisa mengikuti kompetisi domestik.
2. Tim peserta Liga Super Eropa dilarang mengikuti kompetisi di bawah naungan UEFA dan FIFA, yakni Liga Champions, Liga Europa, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub.
3. Pemain dari tim peserta Liga Super Eropa dilarang membela tim nasional negara masing-masing.
Logo European Super League atau Liga Super Eropa yang digagas sejumlah klub besar Eropa langganan Liga Champions (Instagram @wetrollfootball)
Melihat kegaduhan yang dibuat 12 tim elite Eropa dan UEFA, FIFA pada akhirnya buka suara.
Pada intinya, FIFA juga tidak setuju dengan wacana Liga Super Eropa. Namun, berbeda dari UEFA, FIFA dalam keterangan resminya tidak mengeluarkan kebijakan apa pun.
FIFA hanya meminta semua pihak untuk tenang dan berdialog lagi untuk menyelesaikan polemik Liga Super Eropa kali ini.
Berikut adalah beberapa kutipan penting dari rilis resmi FIFA menanggapi polemik European Super League:
"Melihat beberapa permintaan media dan seperti yang telah dikemukakan beberapa kali, FIFA ingin mengklarifikasi bahwa kami berpihak pada solidaritas dalam sepak bola dan model redistribusi yang adil. Sepak bola global adalah misi utama FIFA."
"Dalam pandangan kami, dan sesuai dengan undang-undang yang ada, setiap kompetisi sepak bola, baik nasional, regional maupun global, harus selalu mencerminkan prinsip-prinsip inti solidaritas, inklusivitas, integritas, dan redistribusi keuangan yang adil."
"Selain itu, badan sepak bola harus menggunakan semua cara yang sah, olahraga, dan diplomatik untuk memastikan segala prinsip itu bisa terjaga."
"Atas latar belakang itu, FIFA hanya dapat menyatakan ketidaksetujuannya pada 'liga yang memisahkan diri dari Eropa' di luar struktur sepak bola internasional dan tidak menghormati prinsip-prinsip yang disebutkan di atas."
Wacana Liga Super Eropa saat ini menjadi polemik karena mengancam eksistesi Liga Champions dan Liga Europa yang sudah berjalan puluhan tahun.
Jika sanksi UEFA diterapkan, 12 tim pendiri Liga Super Eropa dipastikan tidak bisa mengikuti Liga Champions atau Liga Europa pada masa mendatang.
Hal itu tentu menjadi berita buruk mengingat beberapa tim dari anggota pendiri Liga Super Eropa memiliki tradisi panjang di Liga Champions dan Liga Europa.
Sebagai contoh, Real Madrid yang kini berstatus pengoleksi gelar terbanyak dalam sejarah Liga Champions tidak akan lagi bisa mengikuti kompetisi tertinggi antar klub Eropa tersebut jika sanksi UEFA diterapkan.
Terlepas dari hal itu, 12 tim pendiri Liga Super Eropa melalui keterangan resminya menyatakan akan membuka pintu dialog dengan petinggi FIFA dan UEFA dalam waktu dekat.
Berita ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul Tanggapan FIFA soal Kegaduhan Wacana European Super League
Editor: Rahmadhani
Sumber: Kompas.com
[Category Opsi Informasi, Olahraga, Sepak Bola, Sepak Bola Internasional]
[Tags Featured, UEFA, FIFA, European Super League,Liga Super Eropa]