0
News
    Home Tidak Ada Kategori

    Kondisi Klasemen Liga Inggris Bila 6 Tim Dicoret UEFA karena Super League, Westham Bisa Juara - Halaman all - Tribunnews

    8 min read

    Kondisi Klasemen Liga Inggris Bila 6 Tim Dicoret UEFA karena Super League, Westham Bisa Juara - Halaman all
    Senin, 19 April 2021 16:37
    Logo Liga Inggris yang baruLogo Liga Inggris yang baru
    TRIBUNSOLO.COM, INGGRIS - Super League seketika menjadi kontroversi baru di antara pecinta sepak bola dunia.
    Liga yang disebut-sebut sebagai Breakaway League, alias Liga Ilegal oleh UEFA ini, membuat UEFA kebakaran jenggot.
    Pihak UEFA, mengancam akan mengeluarkan semua tim yang terlibat di Super League, dari kompetisi resmi UEFA.
    Itu artinya, tim-tim Super League akan dicoret dari liga-liga di masing negara anggota UEFA, seperti EPL, La Liga, dan Serie A.
    Nah, yang jadi pertanyaan, apakah UEFA benar-benar akan mencoret tim-tim tersebut?
    Bila memang itu jadi kenyataan, maka bisa dipastikan Liga Inggris akan menjadi sepi.
    Bagaimana tidak, hampir semua 7 tim besar EPL atau magnificent seven (kecuali Everton) disebut ikut memprakarsai Super League ini.
    Enam tim itu adalah Manchester United, Manchester City, Arsenal, Liverpool, Tottenham Hotspurs, dan Chelsea.
    Nah, bila enam tim ini akan dicoret, maka bisa dipastikan EPL atau Liga Inggris bakal jadi liga yang 'garing'.
    Bisakah anda membayangkan EPL tanpa jamuan Manchester United vs Liverpool? atau Chelsea vs Arsenal?
    Bahkan, sebagai gambaran, berikut kondisi klasemen Liga Inggris saat ini, bila UEFA mencoret enam tim Super League itu :
    1     Leicester City                   31 17 5 9 55 37 +18           56
    2     West Ham United           32 16 7 9 53 42 +11           55
    3     Everton                             31 14 7 10 43 40 +3           49
    4     Leeds United                   31 14 3 14 49 49 0             45
    5     Aston Villa                        30 13 5 12 43 33 +10         44
    6     Wolverhampton              32 11 8 13 32 41 −9           41
    7     Crystal Palace                  31 10 8 13 33 52 −19         38
    8     Southampton                  31 10 6 15 39 56 −17         36
    9     Newcastle United           32 9 8 15 35 53 −18            35
    10   Brighton                           31 7 12 12 33 38 −5            33
    11   Burnley                             32 8 9 15 26 45 −19            33
    12   Fulham                             33 5 12 16 25 43 −18          27
    Ya, bila enam tim raksasa Inggris dicoret, bisa dipastikan Liga Inggris tak pnya lagi daya tarik.
    Bahkan, Westham United bisa saja bersaing berebut gelar juara bersama Leicester, Everton, dan Leeds United.
    Bakal Dicoret
    Otoritas sepak bola dunia FIFA akhirnya buka suara terkait kegaduhan wacana European Super League atau Liga Super Eropa.
    Terkini, 12 tim elite Eropa telah sepakat untuk membentuk kompetisi antarklub dengan format baru bernama European Super League.
    Rincian dari 12 tim pendiri European Super League itu adalah AC Milan, Arsenal, Atletico Madrid, Chelsea, Barcelona, Inter Milan, Juventus, Liverpool, Manchester City, Manchester United, Real Madrid, dan Tottenham Hotspur.
    Semua tim tersebut secara resmi bersama-sama mengumumkan format hingga tujuan dari pembentukan Liga Super Eropa pada Senin (19/4/2021) pagi WIB.
    Pengumuman dari 12 tim itu langsung membuat jagat sepak bola dunia heboh.
    Sebab, 12 tim tersebut membuat pengumuman resmi mengenai European Super League tidak lama setelah induk sepak bola Eropa, UEFA, mengeluarkan ancaman.
    UEFA melalui situs resminya mengancam akan memberi sanksi tegas kepada tim mana pun dan pemain yang mengikuti Liga Super Eropa.
    Dalam keterangan resminya, pihak UEFA mengaku juga didukung oleh Asosiasi Sepak Bola dari negara asal 12 tim pendiri Liga Super Eropa.
    Berikut adalah tiga sanksi dari UEFA yang akan dibebankan kepada tim dan pemain peserta European Super League:
    1. Tim peserta Liga Super Eropa akan dihukum denda dan dikeluarkan dari Asosiasi Sepak Bola negara asal sehingga tidak bisa mengikuti kompetisi domestik.
    2. Tim peserta Liga Super Eropa dilarang mengikuti kompetisi di bawah naungan UEFA dan FIFA, yakni Liga Champions, Liga Europa, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub.
    3. Pemain dari tim peserta Liga Super Eropa dilarang membela tim nasional negara masing-masing.
    Melihat kegaduhan yang dibuat 12 tim elite Eropa dan UEFA, FIFA pada akhirnya buka suara.
    Pada intinya, FIFA juga tidak setuju dengan wacana Liga Super Eropa.
    Namun, berbeda dari UEFA, FIFA dalam keterangan resminya tidak mengeluarkan kebijakan apa pun.
    FIFA hanya meminta semua pihak untuk tenang dan berdialog lagi untuk menyelesaikan polemik Liga Super Eropa kali ini.
    Berikut adalah beberapa kutipan penting dari rilis resmi FIFA menanggapi polemik European Super League:
    "Melihat beberapa permintaan media dan seperti yang telah dikemukakan beberapa kali, FIFA ingin mengklarifikasi bahwa kami berpihak pada solidaritas dalam sepak bola dan model redistribusi yang adil. Sepak bola global adalah misi utama FIFA."
    "Dalam pandangan kami, dan sesuai dengan undang-undang yang ada, setiap kompetisi sepak bola, baik nasional, regional maupun global, harus selalu mencerminkan prinsip-prinsip inti solidaritas, inklusivitas, integritas, dan redistribusi keuangan yang adil."
    "Selain itu, badan sepak bola harus menggunakan semua cara yang sah, olahraga, dan diplomatik untuk memastikan segala prinsip itu bisa terjaga."
    "Atas latar belakang itu, FIFA hanya dapat menyatakan ketidaksetujuannya pada 'liga yang memisahkan diri dari Eropa' di luar struktur sepak bola internasional dan tidak menghormati prinsip-prinsip yang disebutkan di atas."
    Wacana Liga Super Eropa saat ini menjadi polemik karena mengancam eksistesi Liga Champions dan Liga Europa yang sudah berjalan puluhan tahun.
    Jika sanksi UEFA diterapkan, 12 tim pendiri Liga Super Eropa dipastikan tidak bisa mengikuti Liga Champions atau Liga Europa pada masa mendatang.
    Hal itu tentu menjadi berita buruk mengingat beberapa tim dari anggota pendiri Liga Super Eropa memiliki tradisi panjang di Liga Champions dan Liga Europa.
    Sebagai contoh, Real Madrid yang kini berstatus pengoleksi gelar terbanyak dalam sejarah Liga Champions tidak akan lagi bisa mengikuti kompetisi tertinggi antar klub Eropa tersebut jika sanksi UEFA diterapkan.
    Terlepas dari hal itu, 12 tim pendiri Liga Super Eropa melalui keterangan resminya menyatakan akan membuka pintu dialog dengan petinggi FIFA dan UEFA dalam waktu dekat. (*)
    Editor: Aji Bramastra
    Sumber: TribunSolo.com

    [Category Opsi Informasi, Olahraga, Sepak Bola, Sepak Bola Internasional]
    [Tags Featured, UEFA, European Super League, Liga Super Eropa, EPL]
    Komentar
    Additional JS