Ikut Terlibat di European Super League, Bos Sassuolo Marah Besar ke Inter, AC Milan dan Juventus - Halaman all - Tribunnews Batam
9 min read
Ikut Terlibat di European Super League, Bos Sassuolo Marah Besar ke Inter, AC Milan dan Juventus - Halaman all
Senin, 19 April 2021 22:55
Inter Milan, AC Milan, Juventus
TRIBUNBATAM.id - European Super League kini jadi sorotan di dunia sepak bola.
Bahkan European Super League sampai jadi trending topik, Senin (19/4/2021).
European Super League menjadi pro kontra dari berbagai pihak.
Kompetisi yang melibatkan klub-klub besar di Eropa ini juga diikuti oleh Juventus, AC Milan dan Inter Milan.
Ketahui ketiga tim raksasa Liga Italia ini menjadi bagian dari European Super League.
Bos Sassuolo sampai marah besar karena hal itu.
Diketahui European Super League adalah kompetisi yang diikuti klu-klub raksasa Eropa.
European Super League melibatkan 12 tim dan 5 tim akan dikualifikasi setiap tahunnya.
Termasuk dalam 20 tim itu ada Juventus, Inter Milan dan AC Milan.
Seluruh tim peserta akan dibagi ke dalam 2 grup yang masing-masing berisi 10 tim.

Pertandingan kandang dan tandang akan dilakukan pada babak perempat final dan semifinal, sementara final akan dilangsungkan di tempat netral.
Kondisi ini jelas membuat geger dunia sepak bola, Italia tak luput dari kondisi tersebut.
Satu di antara yang berang akan adanya gagasan European Super League adalah Sassuolo.
Melalui sang CEO, Giovanni Carnevali, menginginkan kejelasan dari tim seperti AC Milan, Inter dan Juventus mengenai kompetisi 'dadakan' itu.
Secara garis besar, adanya European Super League membuat kompetisi ini dibangun berdasarkan pada kekuatan finansial sebuah tim.
Carnevali pun angkat bicara soal fenomena yang tergolong tak biasa ini.
"Ini adalah inisiatif yang sedang berkembang, kami harus menunggu beberapa saat untuk memahaminya dengan jelas," kata Carnevali, dikutip dari laman Football Italia.
"Sore hari kami mengadakan pertemuan di Lega dan kami berharap mereka yang terlibat (AC Milan, Juventus dan Inter Milan) langsung bisa menjelaskan dengan baik, karena kami tidak suka apa yang terjadi."
Ia kemudian menyebut bahwa dengan bergulirnya Liga Super Eropa bisa membuat jalannya kompetisi domestik tak lagi menarik untuk digulirkan.
"Mereka yang mengikuti proyek ini memiliki tanggung jawab yang besar, berisiko membunuh kejuaraan nasional."
"Kami mencoba untuk memahami, tetapi sesuatu yang tidak menyenangkan ada di depan. Di Liga hari ini, ada konflik besar atas segalanya."
Selain ketiga tim elite Liga Italia tersebut, enam tim dari Liga Inggris juga berpartisipasi sebagai kontestan tetap dari ajang Liga Super Eropa kali ini.
Keenam tim tersebut ialah Liverpool, Manchester United, Manchester City, Arsenal, Chelsea, dan Tottenham Hotspur
Tindakan Tegas UEFA
Ya, tindakan tegas UEFA terhadap wacana European Super League bisa membuat megabintang Barcelona, Lionel Messi, ataupun superstar Juventus, Cristiano Ronaldo pensiun dini.
Sepak bola Eropa kembali diguncang masalah terkait kompetisi anyar European Super League.
Sebelumnya, wacana mengenai European Super League sempat menuai kritikan dari berbagai pihak.
Banyak pihak menduga kalau pengadaan European Super League merupakan kepentingan segelintir orang.
Bahkan, tidak sedikit yang menyebut kalau pengadaan European Super League ini hanya bertujuan untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya.
European Super League sendiri merupakan konsep kompetisi antarklub di Eropa yang akan mempertemukan tim-tim juara dari liga di seluruh penjuru Benua Biru.
Pelopor dari konsep ini adalah klub-klub besar yang ada di lima liga top Eropa dan dipimpin oleh Presiden Real Madrid, Florentino Perez.
Meski mendapatkan banyak protes dan kritik, nyatanya para pendukung European Super League tetap mengajukan proposal mereka kepada UEFA.
Bahkan, beberapa klub besar di Eropa sudah dibujuk dan diminta untuk menandatangani proposal itu.
Menurut laporan jurnalis The Sunday Times, Martyn Ziegler, anggota The Big Six Liga Inggris ikut menandatangani proposal tersebut.
Mereka adalah Manchester United, Arsenal, Chelsea, Liverpool, Tottenham Hotspur, dan Manchester City.
Selain itu, ada juga Inter Milan, AC Milan, dan Juventus yang mewakili Liga Italia.
Sementara itu, Real Madrid, Barcelona, dan Atletico Madrid menjadikan diri mereka sebagai wakil dari Liga Spanyol.
Tak ada nama-nama dari Bundesliga dan Liga Prancis, seperti Paris Saint-Germain dan Bayern Muenchen dalam proposal tersebut.
Rupanya, rencana mengenai European Super League ditentang keras oleh Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA).
UEFA sampai merilis pernyataan kalau mereka menolak dengan keras proposal yang sudah diajukan.
Selain itu, UEFA menyebut kalau pengadaan European Super League tidak didasarkan oleh kepentingan bersama, tetapi hanya kepentingan sebagian golongan.
"UEFA, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) dan Premier League, Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) dan LaLiga, serta Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dan Lega Serie A telah mengetahui bahwa beberapa klub Inggris, Spanyol dan Italia mungkin berencana untuk mengumumkan ciptaan mereka yang tertutup, yang disebut Super League," bunyi pernyataan resmi UEFA yang dilansir BolaSport.com.
"Jika ini terjadi, maka kami ingin menegaskan kembali bahwa kami - UEFA, FA Inggris, RFEF, FIGC, Premier League, La Liga, Lega Serie A, tetapi juga FIFA dan semua asosiasi anggota kami - akan tetap bersatu dalam upaya kami untuk menolak."
"Proyek sinis ini, sebuah proyek yang didirikan atas dasar kepentingan pribadi beberapa klub pada saat masyarakat membutuhkan solidaritas lebih dari sebelumnya."
"Kami akan mempertimbangkan semua tindakan yang tersedia bagi kami, di semua tingkatan, baik peradilan dan olahraga untuk mencegah hal ini terjadi. Sepak bola didasarkan pada kompetisi terbuka dan prestasi olahraga, tidak bisa dengan cara lain," lanjut bunyi pernyataan UEFA.
UEFA juga menegaskan kalau mereka akan memberikan sanksi berat kepada seluruh klub yang terlibat jika rencana European Super League terus dilanjutkan.
Tak tanggung-tanggung, UEFA akan melarang klub-klub yang terlibat untuk bermain di kancah Eropa maupun dunia.
Bahkan, para pemain dari klub tersebut tidak akan diperkenankan untuk membela tim nasional mereka masing-masing.
"Seperti yang diumumkan sebelumnya oleh FIFA dan enam Federasi, klub-klub terkait akan dilarang bermain di kompetisi lain di tingkat domestik, Eropa atau dunia, dan para pemain mereka dapat ditolak kesempatannya untuk mewakili tim nasional mereka," bunyi pernyataan UEFA.
"Kami berterima kasih kepada klub-klub di negara lain, terutama klub Prancis dan Jerman, yang telah menolak untuk mendaftar."
"Kami menyerukan kepada semua pencinta sepak bola, pendukung dan politisi, untuk bergabung dengan kami dalam memerangi proyek semacam itu jika akan diumumkan."
"Kepentingan pribadi beberapa orang ini telah berlangsung terlalu lama. Sudah cukup," lanjut pernyataan UEFA.
Jika sanksi UEFA tersebut benar-benar berlaku, maka bukan tidak mungkin para megabintang sepak bola Eropa tidak akan bermain di kompetisi seperti Liga Champions dan Liga Europa.
Nama-nama seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo mungkin juga tidak akan muncul lagi.
Malahan, Messi dan Ronaldo bisa saja pensiun dini atau pindah ke liga lain yang lebih terkendali.
Setidaknya ada tiga hukuman yang akan telah disiapkan oleh UEFA, yakni:
1. Denda dan dikeluarkan dari Asosiasi Sepak Bola negara asal sehingga tidak bisa mengikuti kompetisi domestik.
2. Larangan mengikuti kompetisi di bawah naungan UEFA dan FIFA.
3. Pemain dilarang membela tim nasional negara masing-masing.
(*)
[Category Opsi Informasi, Olahraga, Sepak Bola, Sepak Bola Internasional]
[Tags Featured, UEFA, European Super League, Liga Super Eropa]
Senin, 19 April 2021 22:55
Inter Milan, AC Milan, Juventus
TRIBUNBATAM.id - European Super League kini jadi sorotan di dunia sepak bola.Bahkan European Super League sampai jadi trending topik, Senin (19/4/2021).
European Super League menjadi pro kontra dari berbagai pihak.
Kompetisi yang melibatkan klub-klub besar di Eropa ini juga diikuti oleh Juventus, AC Milan dan Inter Milan.
Ketahui ketiga tim raksasa Liga Italia ini menjadi bagian dari European Super League.
Bos Sassuolo sampai marah besar karena hal itu.
Diketahui European Super League adalah kompetisi yang diikuti klu-klub raksasa Eropa.
European Super League melibatkan 12 tim dan 5 tim akan dikualifikasi setiap tahunnya.
Termasuk dalam 20 tim itu ada Juventus, Inter Milan dan AC Milan.
Seluruh tim peserta akan dibagi ke dalam 2 grup yang masing-masing berisi 10 tim.

Pertandingan kandang dan tandang akan dilakukan pada babak perempat final dan semifinal, sementara final akan dilangsungkan di tempat netral.
Kondisi ini jelas membuat geger dunia sepak bola, Italia tak luput dari kondisi tersebut.
Satu di antara yang berang akan adanya gagasan European Super League adalah Sassuolo.
Melalui sang CEO, Giovanni Carnevali, menginginkan kejelasan dari tim seperti AC Milan, Inter dan Juventus mengenai kompetisi 'dadakan' itu.
Secara garis besar, adanya European Super League membuat kompetisi ini dibangun berdasarkan pada kekuatan finansial sebuah tim.
Carnevali pun angkat bicara soal fenomena yang tergolong tak biasa ini.
"Ini adalah inisiatif yang sedang berkembang, kami harus menunggu beberapa saat untuk memahaminya dengan jelas," kata Carnevali, dikutip dari laman Football Italia.
"Sore hari kami mengadakan pertemuan di Lega dan kami berharap mereka yang terlibat (AC Milan, Juventus dan Inter Milan) langsung bisa menjelaskan dengan baik, karena kami tidak suka apa yang terjadi."
Ia kemudian menyebut bahwa dengan bergulirnya Liga Super Eropa bisa membuat jalannya kompetisi domestik tak lagi menarik untuk digulirkan.
"Mereka yang mengikuti proyek ini memiliki tanggung jawab yang besar, berisiko membunuh kejuaraan nasional."
"Kami mencoba untuk memahami, tetapi sesuatu yang tidak menyenangkan ada di depan. Di Liga hari ini, ada konflik besar atas segalanya."
Selain ketiga tim elite Liga Italia tersebut, enam tim dari Liga Inggris juga berpartisipasi sebagai kontestan tetap dari ajang Liga Super Eropa kali ini.
Keenam tim tersebut ialah Liverpool, Manchester United, Manchester City, Arsenal, Chelsea, dan Tottenham Hotspur
Tindakan Tegas UEFA
Ya, tindakan tegas UEFA terhadap wacana European Super League bisa membuat megabintang Barcelona, Lionel Messi, ataupun superstar Juventus, Cristiano Ronaldo pensiun dini.
Sepak bola Eropa kembali diguncang masalah terkait kompetisi anyar European Super League.
Sebelumnya, wacana mengenai European Super League sempat menuai kritikan dari berbagai pihak.
Banyak pihak menduga kalau pengadaan European Super League merupakan kepentingan segelintir orang.
Bahkan, tidak sedikit yang menyebut kalau pengadaan European Super League ini hanya bertujuan untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya.
European Super League sendiri merupakan konsep kompetisi antarklub di Eropa yang akan mempertemukan tim-tim juara dari liga di seluruh penjuru Benua Biru.
Pelopor dari konsep ini adalah klub-klub besar yang ada di lima liga top Eropa dan dipimpin oleh Presiden Real Madrid, Florentino Perez.
Meski mendapatkan banyak protes dan kritik, nyatanya para pendukung European Super League tetap mengajukan proposal mereka kepada UEFA.
Bahkan, beberapa klub besar di Eropa sudah dibujuk dan diminta untuk menandatangani proposal itu.
Menurut laporan jurnalis The Sunday Times, Martyn Ziegler, anggota The Big Six Liga Inggris ikut menandatangani proposal tersebut.
Mereka adalah Manchester United, Arsenal, Chelsea, Liverpool, Tottenham Hotspur, dan Manchester City.
Selain itu, ada juga Inter Milan, AC Milan, dan Juventus yang mewakili Liga Italia.
Sementara itu, Real Madrid, Barcelona, dan Atletico Madrid menjadikan diri mereka sebagai wakil dari Liga Spanyol.
Tak ada nama-nama dari Bundesliga dan Liga Prancis, seperti Paris Saint-Germain dan Bayern Muenchen dalam proposal tersebut.
Rupanya, rencana mengenai European Super League ditentang keras oleh Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA).
UEFA sampai merilis pernyataan kalau mereka menolak dengan keras proposal yang sudah diajukan.
Selain itu, UEFA menyebut kalau pengadaan European Super League tidak didasarkan oleh kepentingan bersama, tetapi hanya kepentingan sebagian golongan.
"UEFA, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) dan Premier League, Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) dan LaLiga, serta Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dan Lega Serie A telah mengetahui bahwa beberapa klub Inggris, Spanyol dan Italia mungkin berencana untuk mengumumkan ciptaan mereka yang tertutup, yang disebut Super League," bunyi pernyataan resmi UEFA yang dilansir BolaSport.com.
"Jika ini terjadi, maka kami ingin menegaskan kembali bahwa kami - UEFA, FA Inggris, RFEF, FIGC, Premier League, La Liga, Lega Serie A, tetapi juga FIFA dan semua asosiasi anggota kami - akan tetap bersatu dalam upaya kami untuk menolak."
"Proyek sinis ini, sebuah proyek yang didirikan atas dasar kepentingan pribadi beberapa klub pada saat masyarakat membutuhkan solidaritas lebih dari sebelumnya."
"Kami akan mempertimbangkan semua tindakan yang tersedia bagi kami, di semua tingkatan, baik peradilan dan olahraga untuk mencegah hal ini terjadi. Sepak bola didasarkan pada kompetisi terbuka dan prestasi olahraga, tidak bisa dengan cara lain," lanjut bunyi pernyataan UEFA.
UEFA juga menegaskan kalau mereka akan memberikan sanksi berat kepada seluruh klub yang terlibat jika rencana European Super League terus dilanjutkan.
Tak tanggung-tanggung, UEFA akan melarang klub-klub yang terlibat untuk bermain di kancah Eropa maupun dunia.
Bahkan, para pemain dari klub tersebut tidak akan diperkenankan untuk membela tim nasional mereka masing-masing.
"Seperti yang diumumkan sebelumnya oleh FIFA dan enam Federasi, klub-klub terkait akan dilarang bermain di kompetisi lain di tingkat domestik, Eropa atau dunia, dan para pemain mereka dapat ditolak kesempatannya untuk mewakili tim nasional mereka," bunyi pernyataan UEFA.
"Kami berterima kasih kepada klub-klub di negara lain, terutama klub Prancis dan Jerman, yang telah menolak untuk mendaftar."
"Kami menyerukan kepada semua pencinta sepak bola, pendukung dan politisi, untuk bergabung dengan kami dalam memerangi proyek semacam itu jika akan diumumkan."
"Kepentingan pribadi beberapa orang ini telah berlangsung terlalu lama. Sudah cukup," lanjut pernyataan UEFA.
Jika sanksi UEFA tersebut benar-benar berlaku, maka bukan tidak mungkin para megabintang sepak bola Eropa tidak akan bermain di kompetisi seperti Liga Champions dan Liga Europa.
Nama-nama seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo mungkin juga tidak akan muncul lagi.
Malahan, Messi dan Ronaldo bisa saja pensiun dini atau pindah ke liga lain yang lebih terkendali.
Setidaknya ada tiga hukuman yang akan telah disiapkan oleh UEFA, yakni:
1. Denda dan dikeluarkan dari Asosiasi Sepak Bola negara asal sehingga tidak bisa mengikuti kompetisi domestik.
2. Larangan mengikuti kompetisi di bawah naungan UEFA dan FIFA.
3. Pemain dilarang membela tim nasional negara masing-masing.
(*)
[Category Opsi Informasi, Olahraga, Sepak Bola, Sepak Bola Internasional]
[Tags Featured, UEFA, European Super League, Liga Super Eropa]