0
News
    Home Tidak Ada Kategori

    European Super League adalah Kasus Bullying Terburuk Sepanjang Sejarah - Semua Halaman - Bolasport

    5 min read

    European Super League adalah Kasus Bullying Terburuk Sepanjang Sejarah - Semua Halaman - Bolasport.com
    By Muhammad Zaki Fajrul Haq, Kamis, 22 April 2021 | 16:05 WIB
    Legenda Manchester United, Nicky Butt, menyebut kalau European Super League adalah kasus bullying terburuk sepanjang sejarah.Legenda Manchester United, Nicky Butt, menyebut kalau European Super League adalah kasus bullying terburuk sepanjang sejarah. (TWITTER.COM/SPORF)
    BOLASPORT.COM - Legenda Manchester UnitedNicky Butt, menyebut kalau European Super League adalah kasus bullying terburuk sepanjang sejarah.
    European Super League menjadi kontroversi terbesar dalam sepak bola Eropa yang terjadi pada tahun ini.
    Banyak pihak memprotes kemunculan kompetisi yang digagas oleh 12 klub elite Eropa tersebut.
    Bahkan, tekanan yang muncul dari para pemrotes membuat delapan klub pendiri European Super League mengundurkan diri.
    Kedelapan tim tersebut menegaskan kalau mereka sudah tidak terlibat dengan proyek European Super League.

    Baca Juga: Florentino Perez Tunjuk 1 Klub Liga Inggris yang Jadi Biang Kerok Bubarnya European Super League
    Kedelapan tim tersebut adalah Arsenal, Atletico Madrid, Chelsea, Inter Milan, Liverpool, Manchester City, Manchester United, dan Tottenham Hotspur.
    Alhasil, hanya ada empat klub yang saat ini masih bertahan di European Super League.
    Mereka adalah AC Milan, Barcelona, Juventus, dan Real Madrid.
    Gelombang protes tidak hanya muncul dari para penggemar sepak bola, tetapi juga mantan pesepak bola.
    Nicky Butt bahkan menyebut European Super League sebagai kasus bullyingterburuk sepanjang sejarah.
    Ilustrasi 12 klub penggagas European Super League.Ilustrasi 12 klub penggagas European Super League. (TWITTER.COM/FCBVIJ)
    Baca Juga: Florentino Perez: Klub yang Mundur Belum Bayar Denda, European Super League Masih Stand-By
    Hal itu dikarenakan klub-klub elite berusaha memisahkan diri dari klub-klub yang berada di bawah mereka.
    Bahkan, klub-klub pendiri European Super League pula yang mengatur ketentuan dari kompetisi tersebut.
    "Saya pikir apa yang terjadi seharusnya tidak pernah terjadi," ucap Butt, dikutip BolaSport.com dari Sky Sports.
    "Yang terjadi adalah kasus bullying terburuk menurut saya, dari orang-orang berkuasa, jadi apakah mereka meminta maaf atau tidak sama sekali tidak relevan bagi saya," ujar Butt menambahkan.
    Mantan gelandang yang mempersembahkan delapan trofi Liga Inggris untuk Manchester United itu juga menyebut kalau permintaan maaf dari para pemilik klub sebenarnya tidak cukup.
    Baca Juga: Florentino Perez Permalukan Diri Sendiri dengan Wacana European Super League
    Pemilik Liverpool, John W. Henry, akhirnya buka suara usai membuat gaduh karena ikut serta dalam European Super League.Pemilik Liverpool, John W. Henry, akhirnya buka suara usai membuat gaduh karena ikut serta dalam European Super League. (TWITTER.COM/RECORD_SPORT)
    Bahkan, para pemilik klub mungkin akan kesulitan untuk kembali mendapatkan kepercayaan dari para pendukungnya.
    "Saya pikir permintaan maaf tidak terlalu bagus jika saya jujur," kata Butt.
    "Waktu yang sangat lama untuk mendapatkan kepercayaan kembali dan saya tidak melihat bagaimana itu mungkin terjadi."
    "Sulit untuk mendapatkan kembali kepercayaan seseorang setelah berada 'di belakang punggung' orang begitu lama. Ini akan sulit, saya tidak tahu bagaimana mereka melakukannya," tutur Butt melanjutkan.

    [Category Opsi Informasi, Olahraga, Sepak Bola, Sepak Bola Internasional]
    [Tags Featured, European Super League, Liga Super Eropa]
    Komentar
    Additional JS