Pertolongan Pertama Choirul Huda Jadi Perbincangan Warganet - Informasi Pilihan
5 min read
Pertolongan Pertama Choirul Huda Jadi Perbincangan Warganet
Jakarta - Kiper Persela Lamongan Choirul Huda meninggal setelah mengalami cedera di tengah pertandingan melawan Semen Padang FC. Choirul mengalami benturan dengan rekan setimnya sendiri namun saat itu ia masih sadar dan tampak terduduk kesakitan.
Hingga akhirnya tim medis datang dengan tandu dan membawa Choirul yang mulai kehilangan kesadaran ke RSUD dr Soegiri. Namun sayang sesampainya di rumah sakit nyawa Choirul tidak bisa diselamatkan tim dokter.
Terkait hal tersebut, muncul beberapa perbincangan oleh warganet yang membahas penanganan pertolongan pertama untuk Choirul:
1. Cervical collar
Akun milik Sigit Pramudya, fisioterapis yang pernah bekerja untuk Persib Bandung. Hal yang menjadi sorotannya adalah tidak ada cervical collar (alat penyangga leher). Padahal alat tersebut penting untuk menjaga kestabilan leher dan kepala pemain sehingga cedera tidak semakin parah.
|
|
2. Tabung oksigen
Pengantaran tabung oksigen untuk Choirul yang masih kesakitan di tengah lapangan dilakukan oleh pemain lain Riko Simanjuntak. Riko mengatakan ingin membantu mempercepat pertolongan karena sosok petugas pria yang membawa tabung sudah sedikit tua.
"Team medis rescue harusnya masih bertenaga, sangat disayangkan apalagi ini ajang level nasional," komentar pembaca detik Randoko.
|
|
3. Ambulans di pinggir lapangan
Sigit juga menyayangkan mengapa ambulans yang berada di pinggir lapangan. Menurutnya mengapa ambulans tidak masuk ke lapangan saja daripada harus Choirul yang menghampiri dengan ditandu.
|
|
4. Terburu-buru tampak tidak profesional
"Jangan ngasal untuk memindahkan klien, karna takutnya ada trauma dibagian rusuk, tulang leher yg menyebabkan henti nafas & henti jantung," kata seorang pembaca detik mengomentari kejadian yang menimpa Choirul.
Hal serupa juga diutarakan Sigit yang menekankan seharusnya tim medis tidak perlu buru-buru memindahkan posisi Choirul ke tandu. Tujuannya untuk menghindari kemungkinan cedera yang lebih fatal.
by laskar sang pemimpi via Sumber Pos http://bit.ly/2xGdJCI